Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Shopee Barokah berkolaborasi mengadakan program “Santri Siap Ekspor Bersama Shopee Barokah” dilakukan pada Jumat, 31 Mei 2024 melalui platform zoom meeting.
Kegiatan yang bertajuk Santri Siap Ekspor Batch 2 ini diikuti santri dari Cianjur, Bogor dan Sukabumi. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh 55 santri dari ketiga daerah tersebut.
Pada pelatihan daring Santri Ekspor Batch 2 tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan menyayikan Mars NU Yalal Waton. PBNU diwakili oleh KH. Abdul Rahman Soleh Fauzi.Beliau menyampaikan tujuan dan harapan PBNU agar santri lebih kreatif dan inovatif di era digital produktif dan berdaya saing internasional.
Pemateri pada acara ini adalah Ahmad Maulana dari tim SME Development Shopee Indonesia. Ahmad Maulana yang merupakan pemateri tunggal menyampaikan tentang panduan berjualan di Shopee mulai dari membuat akun, membuka toko di Shopee, pengaturan profil toko, mengaktifkan promo toko dan voucher, hingga mengenalkan produk yang dilarang di Shopee.
Euforio peserta
Dalam materi yang disampaikan dari tim Shopee, peserta sangat antusias mengikuti dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada pemateri. Peserta yang hadir juga meramaikan kolom komentar di Zoom Meeting karena sangat tertarik dengan materi yang disampaikan.
Selain materi, peserta juga praktik langsung membuka toko di Shopee dibimbing oleh pemateri langsung. Peserta bisa langsung menyampaikan kesulitan kepada pemateri jika menemukan kendala dalam menggunakan Shopee Barokah.
Kendala Peserta
Beberapa kendala yang dihadapi peserta adalah adanya peserta yang belum mempunyai KTP dan belum berusia 17 tahun. Santri yang belum berusia 17 tahun menurut pemateri bisa menggunakan KTP orang tuanya untuk membuat toko di Shopee.
Selain itu, ada beberapa santri belum memiliki produk diarahkan untuk menjadi reseller atau menjualkan barang milik orang lain. Pada pelatihan ini, santri dituntut untuk lebih aktif dan kreatif memanfaatkan potensi yang ada. Harapannya, melalui pelatihan ini santri menjadi pilar penting dalam perekonomian di Indonesia.
Baca juga: Akhlak dalam Kehidupan Bermasyarakat Khususnya di Lingkungan Kerja
Program Shopee Barokah
Lewat Shopee Barokah yang merupakan one-stop platform pendukung gaya hidup Islam milik Shopee tersebut ada sekitar 1.000 santri yang akan menerima edukasi, pendampingan, dan pembukaan akses ke pasar ekspor. Produk para santri akan masuk ke dalam Program Ekspor Shopee dan dapat dibeli pengguna dari berbagai negara di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin.
Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Habib Hilal Al-Aidid mengapresiasi upaya Shopee Barokah dalam memperluas pasar produk karya para santri hingga ke pasar dunia.
“Program ini selaras dengan semangat Jihad Santri Jayakan Negeri, di mana kita semua berharap santri bisa termotivasi untuk turut berkembang dan membangun negeri melalui produk-produk lokal, menyusul UMKM yang sudah lebih dulu mengglobal,” jelas ulama yang akrab disapa Habib Hilal tersebut pada saat peluncuran program di Jakarta beberapa waktu lalu.
Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira pada saat peluncuran program di Gedung PBNU Jakarta mengatakan, gerakan 1.000 santri siap ekspor ini akan menjadi momentum baru dalam menghadapi tantangan jihad di masa sekarang.
“Presiden menyebut 36.000 pondok pesantren akan menjadi kekuatan besar. Melalui gerakan santri ekspor, akan menjadi momentum pergerakan besar untuk membawa harum nama bangsa di kancah dunia yang datang dari hasil karya para santri,” pungkasnya.
Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Editor: Fani Azfar



