Kisah Habib Munzir Dan Tobatnya 20 Pemuda
Penulis : Alfa'uzun Nisak / Editor : Faiz Nur Musyafa'
Di suatu daerah ada seorang pria miskin sedang terisak-isak dan jatuh dalam kesedihan mendalam. Anaknya baru saja meninggal, namun masyarakat dan ustadz di sekitar rumahnya tidak mau mensholatkan dan menguburkan jenazahnya di kuburan umum.
Kenapa? Itu karena anaknya adalah seorang pemuda yang nakal, bengis, pemabuk, dan banyak label negatif padanya.
Namun sebelum meninggal, Anak itu mendapat hidayah dari Allah. Pemuda tersebut bertobat, mencium kaki ibunya, dan meminta maaf kepada ibunya. Tak selang lama setelah itu pemuda itu pun wafat.
Baca Juga : Wudhu’ dan salat ala Syekh Hatim Al Ashom
Mendengar kabar tersebut, Habib Munzir Al-musawa pendiri Majelis Rasulullah segera menuju ke rumah duka. Saat itu sudah larut malam karena Habib Munzir baru selesai dari sebuah acara.
“Habib, jangan masuk rumah saya. Saya orang miskin, tidak mampu memberi apa-apa buat Habib. “ Ucap lelaki yang sudah lanjut usia,yang tak lain adalah bapak dari pemuda yang wafat tadi.
Si ayah itu memang orang menengah kebawah, sehingga tak berani menerima tamu seorang kiai atau ustadz, sebab takut tidak memiliki uang untuk memberi amplop.
Habib Munzir bergetar hatinya. Merasa sedih dan kasihan melihat kondisi bapak itu. Akhirnya dengan lemah lembut beliau mengajak orang tua itu masuk rumahnya.
Habib melihat ruang tamu dengan dinding tanah, tembok yang kusut, dan lampu yang redup. Di ruang tamu itu ada 20 anak muda gondrong yang terdiam, mereka semua adalah teman dari pemuda yang wafat tadi.
“Anak saya dikuburkan di sebelah rumah dan belum dingajikan karena saya tak mampu membayar orang yang mengaji. Paketnya 300 ribu” kata pak tua itu.
Melihat kodisi demikian, Habib Munzir kemudian memerintahkan kepada jamaahnya agar mengerahkan 100 orang mengaji Al-Qur’an dan zikir secara bergantian sampai 3 hari 3 malam. Semua kebutuhan konsumsi ditanggung Semua oleh Habib.
Habib Munzir kemudian mendatangi makam pemuda tadi, berdo’a kemudian menyampaikan taushiah singkat.
Subhanallah..! 20 anak muda yang menjadi teman pemabuk itu akhirnya bertobat di tangan Habib Munzir. Mereka berjanji untuk belajar ngaji, bekerja dengan baik, menikah, dan meninggalkan kesaksiannya.
Kelembutan Dakwah Habib Umar Munzir.
“Habib, anak saya itu matinya disiksa Allah kah…?” pak tua bertanya karena masih bersedih, walaupun juga gembira karena 20 pemuda itu bertobat.
Habib Munzir menjelaskan bahwa anak itu ahli surga, tobatnya diterima Allah, bukti dari tobatnya diterima Allah adalah sebab kematiannya itu temannya yang 20 orang itu tobat kepada Allah.
Itu menjadi bukti bahwa tobatnya diterima Allah, karena kematiannya membawa tobat puluhan orang yang dalam kemaksiatan.
Bapak tua dan 20 pemuda itu akhirnya menjadi anggota Majelis Rasulullah.
Subhanallah maha agung kekuasaan Allah.
Semoga kita semua diberi khusnul khatimah oleh Allah. Amin
Baca juga : Ikhlas Sebagai Dasar Kehidupan
Pesan habib Munzir Al-musawa musawa :
“Jangan bosan bertaubat meskipun sering bermaksiat, jangan berhenti bertaubat meski kau maksiat dan maksiat lagi, teruslah bertobat sampai engkau bosan bermaksiat”.
“Lemah lembut adalah Pedang Cahaya yang lebih tajam dari besi, pedang besi hanya merobek jantung dan membunuh. Namun, pedang cahaya menembus jiwa dan mengubah hati benci menjadi Cinta“.



