Dunia IslamKalam Hikmah

Wudhu’ dan salat ala Syekh Hatim Al Ashom

wudhu secara batin adalah aku membasuh batinku dari 7 perkara

(Syekh Hatim Al Ashom)

Dikisahkan sesosok abid yang bernama Ishom bin Yusuf tengah mendatangi majelis ilmunya Hatim Al-Ashom. Setelah sampai, Ishom pun bertanya kepada Hatim, “Wahai Hatim, bagaimana tata caramu saat melakukan salat?”

Sesegera mungkin Hatim memberikan tatapan matanya ke muka Ishom seraya memberikan jawaban, “Ketika tiba waktu salat, aku berdiri untuk berwudhu secara lahir dan batin”.

Ishom pun  bertanya kembali terkait cara melakukan wudhu secara bathin, kemudian Hatim pun memberikan penjelasan terkait cara wudhunya yakni wudhu secara lahir adalah aku membasuh anggota wudhu dengan air.

Adapun wudhu secara batin adalah aku membasuh batinku dari 7 perkara yakni taubat, penyesalan, meninggalkan perkara yang dapat menyebabkan hubud dunya, meninggakan perasaan senang ketika dipuji masyarakat, meninggalkan perasaan senang ketika menjadi pemimpin, tidak mudah mendendam, serta meninggalkan rasa dengki.

Setelah berwudhu’ kebiasaan Hatim adalah pergi ke masjid guna melaksanakan salat. Disamping itu, Hatim juga biasa memandang Ka’bah seraya berdiri diantara hajatnya serta perasaan takutnya kepada Allah. Beliau merasa bahwa Allah sedang mengawasi dirinya, surga berada disebelah kanannya, neraka disebelah kirinya, dan malaikat maut berada di belakangnya.

Disamping itu, beliau juga membayangkan bahwa beliau tengah berdiri diatas shiratal mustaqim, serta beranggapan bahwa inilah salat terakhirnya. Lalu beliau niat serta melafalkan takbir dengan bagus, membaca surah Al-Faatihah, dan surah Al-Qur’an sembari mentafakkuri maknanya, ruku’ dengan rasa tawadlu’ kepada Allah, sujud dengan rasa tadlorru’ (depe-depe: Jawa), melafalkan bacaan tahiyyat dengan penuh rasa harap, serta melafalkan kalimat salam secara ikhlas.

Demikianlah tata cara wudhu’ dan salat ala Syekh Hatim Al Ashom. Hal itu merupakan tata krama ibadahnya orang-orang saleh.

(Disarikan dari ceramah KH. Djamaluddin Ahmad, pengasuh PP. Bumi Damai Al Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas)

Oleh : Fani Azfar

Editor : Faiz N.M

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *