ArtikelDunia IslamOpini

Nikmatilah Prosesmu

Penulis : Alfa’uzun Nisak / Editor : F. Azfar

Di dalam kehidupan ini, pastinya terjadi beberapa kali proses yang telah kita lampaui guna menjadikan sesuatu yang belum ada menjadi ada juga. Misalnya saja ketika kita lapar, otomatis tubuh kita akan menginstruksikan supaya kita makan. Nah, untuk mendapatkan makanan, kita haruslah melalui sebuah proses, entah itu memasak sendiri ataupun beli.

Dalam dunia Pendidikan, proses yang harus dilalui oleh siswa adalah belajar untuk mendapatkan ilmu. Adapun bagi mahasiswa, proses yang harus dilalui adalah menempuh studi hingga menyelesaikan tugas akhir yang disebut dengan skripsi. Dalam dunia karier, proses kita adalah bekerja dan bekerja. Pada aktifitas kerja itu sendiri, terkadang banyak sekali struggle yang di hadapi. Alhamdulillah jika kita cocok dalam pekerjaan tersebut dan tetap melanjutkannya, namun bisa juga sebaliknya.

Baca juga : Gelar RAPTA dan KONFERKOM, PKPT UIN Malang Bangun Progresivitas Organisasi

Di dunia ini, banyak sekali proses kehidupan yang harus dilalui. Kita akan berhenti untuk melakukan proses ketika jantung sudah tidak lagi berdetak. Namun, hal itu hanya berlaku di kehidupan dunia saja. Masih banyak proses akhirat yang belum ditempuh.

Berbicara mengenai proses kehidupan di dunia, pasti berkaitan dengan nyawa kita dan kegiatan yang kita lakukan. Nyawa adalah umur dan umur merupakan titipan yang diberikan Allah Swt. kepada kita. Kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh dzat yang memberi umur. Maka dari itu, kita harus menggunakannya dengan sebaik-baiknya.

Segala sesuatu membutuhkan proses

Itulah kata-kata yang sering di ucapkan sebagian orang, kehidupan merupakan sebuah proses. Jadi, gunakan dan nikmatilah sebisa mungkin yang kalian bisa.

Allah Berfirman dalam Surat Al-Ahqof ayat 54,

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗيُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya : Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.

Syaikh Ahmad bin Muhammad Ash-shawi dalam kitabnya yang berjudul Hasyiyah As-Syawi Juz 1 halaman 532-534 menjelaskan hikmah dari penciptaan dunia selama 6 hari yaitu “ jika Allah Swt. ingin menciptakan langit dunia bumi dalam sekejap, maka itu akan terjadi. Hanya saja Allah Swt. ingin mengajarkan kepada kita supaya perlahan-lahan dalam melakukan suatu perkara dan tidak tergesa-gesa.” Ingat! Perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa.

Hikmah dibalik Proses

Begitu juga hikmah dibalik proses kelahiran kita di dunia ini ( dalam waktu 9 bulan), serta proses diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Jika Allah SWT berkehendak lain, maka akan sangat mudah baginya untuk menciptakan kita tanpa proses kehamilan seperti Nabi Adam dan Siti Hawa. Jikalau Allah Swt. berkehendak, pastilah sanggup menurunkan Al-Qur’an sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga : Innalillahi, Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah Bahrul Ulum KH M Irfan Wafat

Akan tetapi, itu semua tidak dilakukan oleh Allah Swt. tidak lain untuk memberikan kita suatu pelajaran atau hikmah dibalik semua itu bahwa semuanya itu memerlukan proses. Jadi perlahan-lahanlah. Jangan tergesa-gesa dalam proses tersebut. (M.Nafis, Ahmad Zahrudin, 2018 ; 72-73)

Orang bijak pernah berkata, “Tidak ada kesuksesan besar tanpa terjadinya proses. Segala sesuatu memerlukan proses, nikmatilah proses dalam menggapai prestasi dan kesuksesan.”

Jadi, selayaknya kita tetap melakukan proses terbaik yang kita bisa, guna mencapai impian-impian dalam hidup. Sakit, hinaan, ejekan, lelah letih, dsb. jangan sampai menghentikan langkah ini. Kita harus meniru Gus Dur, dihina diledek tetap saja jalan “Bodo Amat, memang saya pikirin, gitu aja kok repot.” kata beliau. Semua proses harus kita lewati dan jalani dengan semangat, sabar, setiti, dan juga legowo.

Ingat, segala sesuatu tidak ada yang instan, bahkan memasak Mie Instan juga tidak se-instan yang kita kira. Semoga kita diberi umur yang Panjang dan bermanfaat, serta dimudahkan dalam segala urusan.

Amin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *