Dunia IslamEssayOpini

Indahnya Berbagi

Penulis : Alfa’uzun Nisak/Editor : Faiz Nur Musyafa'

Berbagi adalah kita memberikan hak atau suatu barang milik kita kepada orang lain. Berbagi itu sendiri perlu dilatih lo teman-teman. Sebab, banyak sekali manfaat yang kita peroleh dari berbagi.

Terkadang orang-orang yang pelit akan sulit membagi harta atau benda miliknya kepada orang lain. Padahal harta yang mereka bagi akan diganti dengan Allah berkali lipat.

Allah berfirman dalam Q.S Saba’ ayat 39 :

قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَا دِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗ وَمَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

“Katakanlah, Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’  :  Ayat 39)

Nah, itu tadi janji Allah dalam Al-qur’an tentang berbagi, dalam ayat itu dijelaskan bahwa apapun yang kita kita bagikan (sedekahkan) di jalan kebaikan pasti Allah ta’ala akan menggantinya.

Perhatikanlah, pada ayat tersebut Allah SWT menggunakan kata-kata “menggantinya”. Seakan-akan apa yang kita berikan (sedekahkan) itu sebuah pinjaman kepada Allah Taala yang kelak Dia wajib (pasti) menggantinya. Padahal, apa pun yang kita sedekahkan hakikatnya milik-Nya. Kita hanya dititipi, Tidak lain.

Tetapi, karena Allah Ta’ala ingin sekali meyakinkan kita agar tidak ragu-ragu dalam berbagi demi kebaikan, Allah Ta’ala menggunakan kalimat tersebut. Sungguh, Dia Maha Mengetahui sifat makhluk ciptaan-Nya, betapa kita ini teramat cinta terhadap dunia dan sangat kikir mengeluarkan apa yang telah di titipkan kepadanya. Karena itulah Allah Ta’ala menggunakan kalimat tersebut. Tidak lain adalah untuk merontokkan sifat bakhil (pelit) dan cinta harta yang berlebihan dalam diri kita.

Wallâhu a‘lam.

Berbagi sendiri gak selalu soal uang teman-teman.

Berbagi bisa jadi berupa ide, pemikiran, ilmu, tenaga, bisa juga menjadi volunteer kebaikan yang bisa ditiru orang lain. bisa jadi sampai kita wafat ilmu dan kebaikan yang kita berikan itu akan tetap hidup. MasyaAllah ini yang dinamakan the real orang hidup.

Apapun yang kita bagikan asal dalam koridor kebaikan itu bisa kita jadikan investasi akirat lo sobat. Nah maksudnya bagaimana? Ya, seperti itu tadi ilmu dan kebaikan atau apapun yang kita bagikan atau sedekahkan kepada orang lain yang bermanfaat tidak akan terputus sampai kita wafat. Contohnya saja ilmu sholat jika mengajar seorang murid kemudian murid itu mengajar muridnya, dan seterusnya maka selamanya pahala akan mengalir pada kamu. Subhanallah maha baik Allah atas segala sesuatu.

Mari, sejenak kita perhatikan hadis Baginda Rasulullah SAW Berikut ini :

“Barang siapa memelopori perbuatan baik, lalu diikuti oleh orang lain, ia berhak mendapatkan pahalanya dan mendapatkan pula pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikit pun pahalanya. Dan barang siapa memelopori perbuatan buruk, lalu diikuti oleh orang lain, ia berhak mendapatkan dosanya dan mendapatkan pula dosa orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikit pun dosanya itu.” (HR Imam Al-Tirmidzi)

Baginda Rasulullah SAW Juga bersabda sebagai berikut :

“Barang siapa menunjukkan kebaikan kepada orang lain, ia berhak mendapatkan pahala seperti pahala pelakunya.” (HR Imam Muslim)

Alangkah indahnya berbagi, sebab banyak sekali keutamaan didalamnya. Nah teman-teman setelah membaca artikel ini diharapkan kalian semuanya tidak takut berbagi dan malah suka berbagi ya.

Semoga dengan menebar manfaat dan berbagi untuk sesama , Allah SWT memperlancar rizki dan mengabulkan hajat kita.

Amin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *