Berangkat dari ide yang digagas oleh Muhsinul Faizin, selaku Ketua IPNU di Kecamatan Poncokusumo. Ia melihat bahwa Indonesia menghadapi permasalahan lingkungan yang cukup serius seperti banjir, kerusakan hutan, pemanasan global, dan pencemaran lingkungan sehingga membutuhkan solusi untuk menangani permasalahan tersebut.
Bertepatan dengan Hari Santri
Bertepatan dengan peringatan hari santri, kegiatan Sawatan Santri bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Ahad (22/10/2023).
“Sawatan Santri dilakukan dengan melemparkan biji-bijian di lahan kosong yang berada di sekitar wilayah pimpinan masing-masing, seperti sawah dan hutan,” tutur Muhsinul Faizin.
Menggandeng Komunitas Gubuk Malang
Sebagai upaya mendukung kegiatan sawatan santri, turut digandeng juga komunitas Republik Gubuk Malang yang dalam hal ini diketuai oleh Fachrul Alamsyah.
Selain itu, Ketua IPNU Kecamatan Poncokusumo beserta jajarannya juga melakukan pendekatan ke beberapa sekolah dan pondok pesantren supaya ikut andil dalam menyemarakkan gerakan Sawatan Santri.
Baca juga: Indonesia Punya 36 Ribu Pesantren, Presiden Jokowi: Santri Pilar Kekokohan Bangsa
“Kegiatan ini dipilih karena dengan menanam biji-bijian di lingkungan sekitar, merupakan cara yang mudah, murah, dan menyenangkan,” ungkap Muhsinul Faizin.

Kesadaran dalam Merawat dan Menjaga Lingkungan
Mardiatul Munawaroh, selaku sekretaris kegiatan Swatan Santri mengungkapkan terkait alasan diselenggarakannya kegiatan ini pada hari santri. Menurutnya, agar Masyarakat menjadi sadar dalam upaya merawat dan menjaga alam guna mengurangi permasalahan lingkungan.
“Kegiatan sawatan santri ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan lingkungan dan merawat alam,” tegasnya.
Baca juga: Menyoal Potongan Video Sambutan KH. Marzuki Mustamar
Saat ini sudah ada 17 organisasi masyarakat yang terkonfirmasi untuk turut serta menyemarakkan gerakan ini. Harapannya bisa menjadi gerakan yang meluas hingga berskala nasional.
Pewarta: Tim Jurnalist Media Santri NU
Editor: Fani Azfar



