Clethukan Gus Dur, Gitu Aja Kok Repot!!
Gus Dur dengan nama lengkap Abdurrahman Wahid dikenal sebagai presiden yang humoris. Gus Dur seringkali melontarkan humor-humor yang membuat pendengar tertawa.
Tentang Gus Dur
Gus Dur lahir pada tanggal 4 Agustus 1940 di Denanyar Jombang Jawa Timur. Beliau terkenal kontroversial karena pemikiran dan tindakannya yang disalahpahami banyak orang. Jasanya begitu besar terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang melindungi kaum minoritas. Bukan sembarangan, beliau merupakan cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yaitu K.H. Hasyim Asyari.
Baca juga: Gagasan Penting Gus Dur tentang Demokrasi adalah Membentuk Kekuatan Masyarakat Sipil
Gus Dur ketika menjadi Presiden Indonesia ke-4 seringkali terlihat sederhana dan sering mengeluarkan celethukan-celethukan yang menghibur sekitarnya. Salah satu yang tidak asing di telinga celethukan “Gitu aja kok repot”. Ungkapan tersebut sering terdengar ketika beliau menghadapi masalah atau mendapat pertanyaan-pertanyaan dari wartawan.
Sejarah Celethukan “Gitu Aja Kok Repot!!”
Dalam buku “Asal-Usul Ungkapan Gus Dur” yang disusun oleh Abu An’im dan diterbitkan oleh “MU’JIZAT” Manivesti Santri Jawa Barat menjelaskan bahwa media selalu mengutip insiden unik yang terjadi. Nah, ketika itu celethukan “Gitu aja kok repot” yang sering diungkapkan mantan Presiden RI ke-4 itu menjadi sesuatu yang unik untuk digaris bawahi.
Baca juga: Kontekstualisasi Syukur dalam Perspektif Al-Qur’an
Hingga akhirnya, ungkapan tersebut melekat pada tokoh yang luar biasa ini. Tokoh yang juga Kyai NU ini spontan mengeluarkan ungkapan tersebutn dan dipopulerkan oleh media. Masih dalam buku “Asal-Usul Ungkapan Gus Dur” dijelaskan ajudan beliau, Munib Huda Muhammad, yang setia mendampinginya, celethukan tersebut dilontarkan jauh sebelum menjabat sebagai presiden.
Makna “Gitu Aja Kok Repot!!”
Selain itu, secara makna ungkapan tersebut merupakan kepasrahan tingkat tinggi kepada ALLAH SWT. Melihat bahwa semuanya bisa dihadapi dengan ringan. Masih banyak ungkapan dan makna yang digali dari buku tersebut. Humor beliau yang menyikapi masalah dengan santai bisa dijadikan motivasi agar kita bisa selalu tenang dan berdoa dengan menggantungkan semua kepada ALLAH SWT.
Penulis: Ayu Setia Ningsih
Editor: Bella Fadhilatus Sanah



