Merawat Bumi, Merawat Amanah: Menatap Krisis Ekologi Indonesia dalam Kacamata Islam
Dewasa ini, kabar tentang bencana alam di tanah air hampir tidak pernah absen menghantui layar kaca kita. Belum usai kasus banjir dan tanah longsor di Sumatera, segera disusul dengan bencana gempa bumi di NTT. Bahkan saat ini, ratusan titik di Indonesia tengah menghadapi bencana kebakaran yang membumi hanguskan ratusan ribu hektar hutan dan menyumbangkan kabut asap sampai negara tetangga.
Beberapa orang mungkin masih sering menyederhanakan bencana-bencana tersebut sebagai sebuah “takdir” semata. Namun, apabila ditelaah lebih jauh, mayoritas krisis lingkungan yang terjadi saat ini adalah wujud dari akibat keserakahan manusia dalam mengeksploitasi alam secara berlebihan.
Baca juga: Kita Punya Rencana, Allah Punya Jalan
Bagaimana Keterkaitan Manusia dan Kerusakan Alam dalam Islam?
Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin sedari awal telah memberikan peringatan yang tegas terkait hubungan manusia dengan alam. Al-Qur’an secara gamblang menjelaskan bahwa kerusakan di muka bumi tidak lepas dari campur tangan manusia. Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Artinya:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Dalam pandangan islam, manusia menduduki peran sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di muka bumi) yang akan mempertanggungjawabkan kepemimpinanya. Tugas ini bukan menjadi legitimasi untuk menguasai sumber daya secara serakah, justru menjadi amanah untuk melestarikan setiap jengkal bumi dengan bijaksana.
Baca juga: Surat Ar Rum Ayat 41: Kerusakan di Bumi Akibat Ulah Manusia
Menjaga Alam Mengikuti Ajaran Nabi Muhammad SAW
Lebih dari itu, Nabi Muhammad SAW selaku teladan bagi seluruh umat Islam memberikan petunjuk terkait cara berhubungan dengan alam dalam hadist-hadistnya. Beliau menganjurkan umatnya untuk menanam pohon, melarang perusakan tanaman saat kondisi berperang, memperlakukan hewan dengan penuh kasing sayang, bahkan melarang pemborosan air meskipun berada di sungai. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda tentang pentingnya penghijauan:
إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَصِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لاَ تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
”Jika hari kiamat telah tiba dan di tangan salah seorang di antara kalian terdapat bibit kurma, maka jika ia mampu untuk menanamnya sebelum kiamat terjadi, hendaklah ia menanamnya.” (HR. Bukhori dan Ahmad)
Hadis tersebut mengajarkan bahwa aksi menjaga alam (reboisasi) adalah ibadah bernilai sedekah jariyah yang tak boleh terputus oleh alasan apa pun.
Penulis: Ulin Nikmatul Haya
Editor: Bella F. Sanah



