Amalan & DoaArtikelDunia Islam

Mengejar Berkah di Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar berasal dari kata Lail yang berarti malam, dan Qadar yang berarti penetapan atau pengaturan. Malam lailatul qadar sendiri diartikan sebagai malam dimana Allah menetapkan perjalanan hidup bagi manusia.

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa di bulan Ramadan. Dalam firman Allah SWT, surat Al-Qadr ayat 3 malam ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.

Malam Lailatul Qadar

Dalam awal surat Ad-Dukhan juga disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh berkah.

حٰمٓ وَالۡكِتٰبِ الۡمُبِيۡنِ اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ‌ اِنَّا كُنَّا مُنۡذِرِيۡنَ فِيۡهَا يُفۡرَقُ كُلُّ اَمۡرٍ حَكِيۡمٍۙ  اَمۡرًا مِّنۡ عِنۡدِنَا ‌ؕ اِنَّا كُنَّا مُرۡسِلِيۡنَ‌ۚ رَحۡمَةً مِّنۡ رَّبِّكَ ‌ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُۙ رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ‌ۘ اِنۡ كُنۡتُمۡ مُّوۡقِنِيۡنَ

Artinya: Haa Miim. Demi Kitab (Al-Qur’an) yang jelas. Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul qadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan. Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Hal itu merupakan) urusan (yang besar) dari sisi Kami. Sesungguhnya Kamilah yang mengutus (para Rasul). Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, yaitu Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya jika kamu orang-orang yang yakin.

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar

Kapan terjadinya malam lailatul qadar ini tentunya hanya Allah SWT yang mengetahui. Namun demikian, nabi Muhammad SAW telah memberikan petunjuk mengenai ciri-ciri malam lailatul qadar. Diantara ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut.

1. Pagi harinya tidak panas atau menyilaukan

Dari Ubaiy bin Ka’ab RA berkata, Nabi SAW bersabda:

“Pagi hari dan malam lailatul qadar terbit Matahari tidak menyengat bagaikan bejana sampai meninggi,” (HR Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud).

2. Malam yang cerah, pun tidak panas dan juga dingin

Dari Ibnu Abbas yang berkata Rasulullah SAW bersabda:

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari Matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan,” (HR Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi).

3. Terjadi di akhir bulan

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah?” (HR. Muslim no. 1170)

Maksud dari syiqi jafnah adalah ‘bejana setengah’, di mana syiq berarti ‘setengah’ dan jafnah adalah ‘bejana’. Terkait hal ini Al-Qadhi ‘Iyadh menerangkan, hadis tersebut menjadi isyarat bahwa lailatul qadar terjadi pada akhir bulan. Ini karena rembulan baru muncul dalam kondisi seperti syiqi jafnah di penghujung bulan.

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar bertepatan dengan sepuluh malam terakhir pada malam-malam ganjil di bulan Ramadan.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR Bukhari).

Para ulama Mazhab Syafi’i menganjurkan perbanyak amalan pada malam tersebut. Seperti, membaca Al-Qur’an dan juga zikir pada waktu dan tempat yang dimuliakan.

“Disunnahkan ketika menjumpai lailatul qadar untuk memperbanyak berdoa dengan doa di atas, dan disunnahkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, zikir-zikir, dan doa-doa yang disunnahkan dalam syar’i,” tulis Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi.

Baca juga: Siapa yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?

Lebih lengkapnya, berikut deretan amalan sesuai sunnah yang langsung dicontohkan oleh Rasulullah SAW di bulan Ramadan.

Amalan Malam Lailatul Qadar Sesuai Sunnah

1. Melakukan Sholat Berjamaah

Ulama besar Imam Syafi’i dalam Latha-if Al-Ma’arif pernah berkata, orang yang menghadiri salat Isya dan Subuh berjamaah sudah termasuk dalam bagian orang-orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar. Ia berkata,

مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

Artinya: “Siapa yang menghadiri salat Isya dan sholat Subuh pada malam Lailatul Qadar maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.”

Pernyataan Imam Syafi’i di atas disandarkan dari sabda Rasulullah SAW yang diceritakan oleh Utsman bin Affan RA. Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Artinya: “Siapa yang menghadiri salat Isya berjamaah, maka baginya pahala salat separuh malam. Siapa yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya pahala salat semalam penuh.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

2. Memperbanyak Sholat Malam

Mengamalkan sholat malam atau qiyamul lail juga termasuk dalam salah satu amalan malam Lailatul Qadar. Berdasarkan cerita dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang bangun menegakkan salat malam di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mencari ridha Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu terampuni.” (HR Bukhari dan Muslim).

Di samping itu, dalam riwayat lain menyebutkan, Rasulullah SAW terbiasa memperpanjang amalan salat malam pada saat memasuki sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

“Rasulullah SAW biasa ketika memasuki sepuluh Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Itikaf

Itikaf adalah ibadah yang dilakukan dengan berdiam diri di dalam masjid. Berdiam diri merujuk pada tidak keluar masjid untuk melakukan amalan saat itikaf seperti ibadah wajib dan sunnah.

Pengamalan itikaf pada malam Lailatul Qadar bersumber dari hadits Aisyah RA. Nabi Muhammad SAW melakukan itikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Berikut haditsnya,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]

Artinya: “Nabi SAW melakukan itikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan itikaf setelah beliau wafat.” (HR Muslim).

4. Membaca Doa Lailatul Qadar dan Memperbanyak Istighfar

Bacaan doa sesuai sunnah bersumber dari bacaan Rasulullah SAW. Doa ini mengusung permohonan agar mendapat keselamatan dunia dan akhirat.

Doa ini adalah doa Lailatul Qadar yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasa’i, dan Imam Ibnu Majah dalam Kitab Riyadhus Shalihin oleh Imam an-Nawawi.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku.”

Bacaan doa tersebut merupakan potongan dalam hadits yang dari istri Rasulullah SAW, Aisyah RA. Ia pernah berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, “Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku).'” (HR Tirmidzi).

Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu mengatakan, sunnah untuk menghidupkan malam sepuluh terakhir bulan Ramadan agar mendapatkan malam Lailatul Qadar. Salah satunya dengan memperbanyak membaca istigfar pada waktu sahur dan baiknya membaca sayyidul istigfar.

Berikut bacaan doa sayyidul istigfar sebagaimana dalam hadits Bukhari,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (HR Bukhari).

5. Membaca Al-Qur’an

Amalan selanjutnya adalah membaca Al-Qur’an. Amalan ini menjadi salah satu kebiasaan Rasulullah SAW pada bulan Ramadan.

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: “Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Qur’an bersamanya.” (HR Bukhari).

Para ulama juga mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW ini. Mengutip buku Mahfudhat Fadlailun Nabi was Shohabah oleh Abdul Aziz Wahab, Imam Syafi’i biasa mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 60 kali di bulan Ramadan.

Sedangkan Qatadah, biasanya mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Namun, ketika bulan Ramadan, ia mengkhatamkannya setiap tiga hari, bahkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan, ia mengkhatamkannya setiap malam.

6. Bersedekah

Bersedekah dapat menjadi penyempurna amalan malam Lailatul Qadar. Sebab menurut Kepala Seksi Pengembangan Metode dan Materi Dakwah Dit. Penerangan Agama Islam H. Subhan Nur, perlu adanya keseimbangan ibadah ritual dan sosial sebagai penyempurna keimanan dan kualitas ibadah.

Rasulullah SAW pernah menyebutkan keutamaan bersedekah di bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda dari Abu Hurairah RA,

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَان

Artinya: Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan.” (HR Tirmidzi).

Baca juga: Keutamaan Malam Lailatul Qadar yang Penting Diketahui

RESUME

  • Malam lailatul qadar sendiri adalah malam yang mana Allah menetapkan perjalanan hidup bagi manusia.
  • Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa di bulan Ramadan. Dalam firman Allah SWT, surat Al-Qadr ayat 3 malam ini adalah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.
  • Para ulama Mazhab Syafi’i menganjurkan perbanyak amalan pada malam tersebut. Seperti, membaca Al-Qur’an dan juga zikir pada waktu dan tempat yang mulia.
  • Amalan Malam Lailatul Qadar Sesuai Sunnah
  1. Melakukan Sholat Berjamaah
  2. Memperbanyak Sholat Malam
  3. I’tikaf
  4. Membaca Doa Lailatul Qadar dan Memperbanyak Istighfar
  5. Membaca Al-Qur’an
  6. Bersedekah

Penulis: Al Wardatul Mahfudhoh

Editor: Bella Fadhilatus Sanah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *