Niat dan Waktu Zakat Fitrah
Menunaikan zakat adalah mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk golongan tertentu dan di waktu yang telah ditentukan oleh hukum Islam. Mengeluarkan zakat merupakan rukun Islam ketiga dari 5 rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat muslim.
Hikmah diperintahkannya zakat ialah untuk membersihkan harta seorang muslim dari rezeki-rezeki yang kurang halal (rezeki yang mengandung unsur makruh) supaya benar-benar halal dan membersihkan hati seorang muslim atas sifat sombong, serakat, pelit, kikir, dan egoisme.
Selain itu, zakat juga salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan mendapatkan pahala serta berkahnya dari rezeki yang telah diperoleh. Zakat juga mengandung harapan untuk membersihkan jiwa, mendapatkan barokah, dan menumbuhkan sifat-sifat peduli terhadap sesama manusia.
Niat Zakat Fitrah
Adapun niat zakat fitrah dibedakan bagi beberapa kelompok:
1. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘ala.”
2. Niat zakat untuk istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘ala.”
Baca juga: Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
3. Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ … فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘ala.”
4. Niat zakat fitrah untuk anak perempuan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِئْتِيْ … فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘ala.”
5. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘ala.”
6. Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘ala.”
Sementara itu, seorang penerima disunnahkan mendoakan pemberi zakat dengan doa-doa yang baik. Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa pun. Berikut contoh doa yang bisa dilafalkan setelah menerima zakat.
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”
Baca juga: Jangan Bersedih, Ini Pesan Gus Baha bagi yang Belum Bisa Mudik
Waktu Membayar Zakat Fitrah
- Waktu Mubah, yaitu mulai tanggal 1 ramadhan sampai akhir ramadhan.
- Waktu Wajib, yaitu mulai terbenam matahari di akhir bulan ramadhan.
- Waktu Sunnah, yaitu ditunaikan sesudah sholat shubuh hingga sebelum pergi sholat Idul Fitri.
- Waktu Makruh, yaitu membayar zakat fitrah sesudah shalat hari raya Idul Fitri hingga sebelum tenggelam matahari tanggal 1 syawal.
- Waktu haram, yaitu ditunaikan setelah terbenamnya matahari pada hari raya Idul Fitri hingga seterusnya.
Penulis: Musa Al-Kahfi
Editor : Ahmad AY



