Artikel

Memaknai Kemerdekaan RI Ke – 79

Tanggal 17 Agustus adalah tanggal sakral yang selama ini kita kenang dan kita peringati sebagai hari kemerdekaan Indonesia tercinta. Segala cerita dan duka lara telah terpendam dan mendarah daging dalam jiwa setiap rakyat Indonesia, dengan banyaknya bukti perang dan museum peninggalan, banyaknya cerita indah yang tersimpan dalam pikiran para saksi kemerdekaan, dan tentunya tertanamnya jiwa nasionalisme yang tidak bisa di ukur dan di artikan dengan sederhana.

Tentunya dalam menghadapi atau menyambut kemerdekaan ini, kita harus lebih mendalami makna yang tertanam di dalamnya. Bagaimana seharusnya kita bersiap dan bersikap akan adanya peringatan yang tentu mengandung momen sakral. Apakah kita sudah menanamkan jiwa cinta tanah air kepada Indonesia tercinta ini, bagaimana seharusnya kita menggebyarkan lagu kebangsaan dengan penuh kebanggaan dan kehormatan.

Dalam Al-Qur’an di jelaskan bahwasanya barang siapa yang bersyukur maka akan di tambah nikmatnya oleh Allah, tentunya hal ini juga yang mendasari kemajuan teknologi informasi di negara ini. Pada kenyataannya, kemerdekaan tidak hanya di raih berkat usaha para pahlawan melainkan dengan campur tangan ulama yang berjuang pada masanya. Maka dari itu bisa di tarik kesimpulan, setelah jauhnya perjuangan membawa kita mengenal apa itu luka dan tawa, mengenalkan bagaimana perjuangan tanpa keluarga tercinta, bersusah payah bergerilya dan menyekat rindu dengan orang tercinta, sejauh apa perjuangan para pahlawan yang menghasilkan kemerdekaan ini yang akhirnya harus kita syukuri, maka oleh sebab itu, dengan bersyukur Allah akan menambahkan nikmatnya hingga hari ini.

Sebuah pepatah pernah mengatakan bahwa alharokatu barokah, yang artinya setiap dari gerakan kita adalah berkah. Jika merujuk pada kalimat tersebut, tentulah para pahlawan dan ulama bukan hanya memikirkan nasib bangsa, melainkan bergerak menuju kemerdekaan dengan sebaik mungkin, maka dari itu, Allah berikan jalan dan hadiah dari segala rangkaian usaha yang beliau semua usahakan, yakni mendapat kemerdekaan bagi Indonesia.

Asshshobru yu’iinu ala kulli amal (kesabaran itu dapat menolong segala amal). Mungkin banyak dari kita yang kurang perhatian terhadap doa dan amal yang kita lakukan, padahal jika kita membumbui kehidupan ini dengan sabar, maka insyaallah akan ada kemudahan yang menyertai. Bertahun-tahun dan berbulan-bulan lamanya Allah memberikan ujian kepada penduduk pribumi dengan kedatangan penjajah, namun hasil dari usaha dan kesabaran beserta kegigihan para pahlawan, Allah mudahkan melalui implementasi janji yang tertulis dalam Al-Qur’an , “maka jika hamba Ku menanyakan tentangKu, maka jawablah sesungguhnya Aku dekat”.

Dekat di sini dalam artian Allah selalu mendengar doa kita, Allah memenuhi kebutuhan kita , Allah memberikan ujian lalu menerbitkan kebahagiaan yang dalam bagi kita, tak lain dan tak bukan memang karena Allah Maha Besar dan Maha Mengetahui, segala rintangan tidak akan menimpa dan membebani kita selagi kita tidak mampu menyandangnya, seperti yang tertuang dalam Al-Qur’an “ La yukallifullahu nafsan illa wus’aha“ (Allah tidak membebani suatu kaum melainkan dengan kesanggupan kaum tersebut).

Semoga dalam praktiknya kita dapat meneruskan perjuangan para pahlawan dan ulama terdahulu yang hidup dan jiwa raganya di persembahkan untuk tanah air, hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman. Semoga Allah selalu menambah iman kita, menghidupkan jiwa patriotisme dan nasionalisme dalam jiwa kita bersanding dengan jiwa keagamaan yang tidak luntur oleh zaman dan kehidupan yang berubah, aamiiin.

Dirgahayu Republik Indonesia tercinta.

Oleh: Rokhimatus Sholekhah

Editor: Musa Al Kahfi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *