Beredar video dan tulisan mengenai Kiai Marzuki Mustamar yang di framing ke arah aliran Salafi. Sebenarnya hal tersebut salah besar, karena selama ini Kyai Marzuki merupakan sosok Kiai yang selalu berdakwah dan mengajak umat ke arah Ahlusunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.
Kiai Marzuki, kecil, tinggal dan tumbuh di salah satu sudut desa Karangsono Blitar. Dididik agama oleh Ayahnya sendiri yang merupakan Kiai di kampungnya dengan amaliyah Nahdlatul Ulama.
Menginjak remaja, Kiai Marzuqi belajar dan memperdalam ilmu agamanya di Ponpes Mergosono di bawah asuhan Kiai Masduqi Mahfudz yang dikenal sebagai Kiai sepuh, pengurus PBNU, dan mantan Rois Syuriah NU Jawa Timur.
Setelah menikah, Kiai Marzuki mendirikan Pondok Pesantren Sabilurrosyad di daerah Gasek, Karangbesuki, Sukun, Malang. Keseharian beliau disibukkan dengan mengaji dan dakwah ahlusunnah wal jamaah. Ajaran yang dibangun di dalam pondok pesantren juga merupakan representasi dari ajaran aswaja, hukum ibadah menggunakan ajaran Imam Syafi’i, serta amalan sehari-hari santri beliau sama persis dengan warga Nahdliyah pada umumnya.
baca juga: Berwibawa Menurut Ajaran Rasulullah SAW
Menanggapi Framing Kembali ke Salafi
Kiai Marzuki menyampaikan dalam kanal YouTube beliau bahwa kejadian semacam itu merupakan risiko menjadi warga NU yang sebenarnya posisinya berada di tengah.
“Nahdlatul Ulama itu Wahabi tidak, Syiah juga tidak,” terang beliau. “Cuma nggak enaknya orang yang di tengah, ketika kita berlawanan dengan wahabi maka kita dituduh Syi’ah, saya pernah dituduh Syi’ah, ketika kita ganti melawan Syi’ah dituduh agak wahabi,” lanjut beliau.
Adapun tuduhan yang mengatakan Kiai Marzuki kembali ke salafi adalah hasil penafsiran mereka sendiri. Hal itu berkaitan dengan ceramah beliau yang mengajak menegakkan sunnah. Padahal sebagai kiai NU, beliau memang sedari dulu berpegang teguh pada sunnah. NU adalah jam’iyyah Islam yang berlandaskan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Hanya saja yang membedakan dengan Wahabi adalah pemaknaan pada sunnah tersebut.
baca juga: Belajar dari Abu Bakar dan Umar: Pemimpin Harus Siap Dikritik
Kiai Marzuki selama ini memang sangat terbuka dengan golongan lain. Misalnya beberapa kali beliau menerima tamu dari Muhammadiyah, LDII, Jamaah tabligh, dan PKS. Hal yang demikian seringkali digunakan oleh media yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan framing terhadap beliau.
Beliau juga berpesan agar tidak mudah termakan framing. Jika ingin melihat bagaimana pemikiran dan tindakan beliau maka lihatlah bagaimana beliau di pondok. Bukan malah melihat dari potongan video yang tentu sudah dipoles dengan bingkai-bingkai yang menguntungkan pihak mereka.
Penulis: Tim Media Santri NU



