Kilas Balik Sejarah Nuzulul Qur’an
Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan ialah bulan turunnya Al-Qur’an, dimana Al-Qur’an merupakan firman Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui malaikat Jibril untuk dijadikan pedoman hidup dan petunjuk bagi umat manusia agar dapat mengetahui antara yang benar dan yang salah serta sebagai dasar hukum dalam melaksanakan ibadah.
Al-Qur’an tidak hanya turun ketika malam Nuzulul Qur’an saja, tetapi ada 3 fase kitab suci umat Islam itu diturunkan:
Fase pertama, turunnya Al-Qur’an ke Lauhul Mahfuz secara keseluruhan
Dalil pada fase pertama ini ada di QS. Al Buruj ayat 21-22:
بَلۡ هُوَ قُرۡءَانٞ مَّجِيدٞ (٢١) فِي لَوۡحٖ مَّحۡفُوظِۢ (٢٢)
Artinya: “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur’an yang mulia. Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh” (QS Al-Buruj [85]: 21-22).
Para mufassir sepakat, bahwa ayat ini menjelaskan turunnya Al-Qur’an di Lauhul Mahfudz.
baca juga: Ketentuan Zakat Fitrah di Tanah Rantau
Fase kedua, dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah
Dalil yang menjadi landasan dalam fase ini terdapat pada QS. Al Baqarah ayat 185:
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ
Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS Al-Baqarah [2]: 185).
Ayat Al-Qur’an di atas juga diperkuat hadits berikut:
فُصِلَ القُرْآنُ مِنَ الذِّكْرِ أي: اللّوح المحفوظ، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ العِزَّةِ مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَجَعَلَ جِبْرِيلُ عليه السّلام يَنْزِلُ بِهِ عَلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم
Artinya: “Al-Qur’an dipisahkan dari ad-Dzikr (Lauhul Mahfudz) lalu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian Jibril menyampaikannya kepada Nabi Muhammad Saw.” (HR Hakim dalam al-Mustadrak).
Para mufasir, seperti Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-‘Adzim, Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib, Abdurrahman as-Sa’di dalam Tafsir as-Sa’di, dan pakar tafsir lainnya, sepakat bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan secara utuh dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah.
baca juga: Ilmu Hikmah dan Kritik Psikospiritual dalam Novel Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya
Fase ketiga, turun berangsur-angsur
Dalam fase ini Al-Qur’an turun beragsur-angsur selama 20 tahun sesuai dengan konteks peristiwa yang terjadi pada saat itu. Dalil yang menjadi pada fase ketiga ini terdapat pada QS. As-Syuara ayat 193-195:
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ (193) عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ
Artinya: “Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS As-Syu’ara [26]: 193-195).
Nuzulul Kitab sebelum Al-Qur’an
Sebenarnya bukan saja Al-Qur’an yang turun di bulan Ramadhan, tetapi juga kitab-kitab terdahulu yang turun kepada para Nabi juga diturunkan pada bulan suci ini. Rasulullah Saw. Bersabda:
أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ وَأُنْزِلَ الإِنْجِيلُ لِثَلاثَ عَشْرَةَ مَضَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الزَّبُورُ لِثَمَانَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ لأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ.
Artinya: “Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan. Taurat diturunkan pada hari keenam Ramadhan. Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadhan. Zabur diturunkan pada tanggal delapan belas Ramadhan. Dan Al Qur’an diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadhan.”
Ibnu Katsir juga menjelaskan: Allah swt mengistimewakan bulan puasa dari bulan-bulan lainnya, dengan memilihnya sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Pada bulan ini, Allah juga menurunkan kitab-kitab yang lain pada para nabi-Nya (Tafsir Ibnu Katsir, Juz 1, halaman 215).
Melalui hadits di atas dan diperkuat pernyataan Ibnu Katsir, kita bisa mengambil poin penting. Allah memuliakan bulan Ramadhan bukan saja dengan diturunkannya Al-Qur’an, tetapi juga semua kitab-kitab umat terdahulu.
Penulis : Musa Al Kahfi
Editor : Ahmad AY



