Antara Mantiq, Etika, dan Estetika Berkomunikasi dalam Islam
Sebagai individu yang hidup dalam masyarakat, manusia selalu memiliki keinginan untuk bersosialisasi. Mereka menginginkan pemahaman terhadap lingkungan sekitar serta perkembangan yang dialami dalam diri mereka sendiri. Adanya hal tersebut memberikan dorongan terhadap manusia agar dapat berkomunikasi dengan orang lain.
Komunikasi memberikan pengetahuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Berkomunikasi tidak hanya dilakukan secara langsung, akan tetapi bisa juga melalui media massa dan media digital.
Urgensi Adab Berkomunikasi dalam Islam

Adab berkomunikasi menjadi hal yang penting dalam ajaran agama islam sebagai upaya mencegah timbulnya permasalahan. Terkadang, ketidaktepatan dalam penyampaian pesan dapat mengakibatkan masalah.
Oleh karena itu, islam menekankan bahwa komunikasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada aturan tersendiri dalam mengungkapkan suatu perkataan agar menjadi komunikasi yang baik. Aturan ini juga berlaku ketika menyampaikan informasi di media sosial. Hal ini telah tercantum dalam HR. Muslim no 2988:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِى بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Artinya: “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim: 2988)
Islam memberikan pedoman yang jelas mengenai tata cara berkomunikasi agar dapat menciptakan hubungan yang sehat dan menghindari konflik. Ada beberapa prinsip komunikasi dalam islam, diantaranya: pemahaman yang baik, bijaksana dalam memilih kata-kata, menjaga emosi, dsb.
Di era sekarang ini, penggunaan aplikasi digital seperti aplikasi WhatsApp, Twitter, Line, Instagram, dan lain sebagainya sebagai sarana komunikasi antar sesama sudah tidak asing lagi. Adanya media sosial ini memudahkan mereka untuk saling berkomunikasi meskipun tidak bertemu langsung. Akan tetapi, penggunaan media sosial juga memiliki dampak negatif yang sangat berpengaruh pada setiap individu karena banyak menimbulkan perselisihan, kesalahpahaman dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Mantiq, Etika, dan Estetika Berkomunikasi
Adanya ilmu mantiq, etika, dan estetika dalam berkomunikasi ini sangat dibutuhkan, karena 3 hal tersebut penting untuk diketahui agar komunikasi yang kita lakukan sesuai dengan ajaran agama islam.
Ilmu Mantiq
Ilmu mantiq juga disebut dengan ilmu logika. Hal itu disebabkan karena ilmu mantiq juga mempelajari tentang teknik dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara penalaran yang benar dan penalaran yang salah untuk mencapai sebuah kebenaran yang dituju. Contoh dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap kali menggunakan ungkapan “alasannya tidak logis,” atau “argumentasinya logis,” dan sejenisnya. Penggunaan kata “logis” dalam situasi tersebut mengacu pada sesuatu yang masuk akal, sementara “tidak logis” merujuk pada sesuatu yang sebaliknya. Jadi, ketika kita paham ilmu mantiq dalam berkomunikasi, besar kemungkinan kita juga dapat berpikir dengan baik dan logis. Nah, penalaran logis dalam berkomunikasi ini penting agar tidak menyinggung dan menjadikan perdebatan dengan lawan bicara.
Etika & Estetika
Sedangkan adanya etika dan estetika yaitu menggambarkan sebuah nilai dan keindahan dalam berkomunikasi. Selain itu juga dapat menjadi acuan tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik.
-
Pengertian Etika
Yang pertama yakni etika. Etika berkomunikasi bisa diartikan sebagai sebuah nilai dan standar perilaku yang memandu cara seseorang atau masyarakat berinteraksi dan berkomunikasi. Etika komunikasi dapat mengevaluasi atau menilai perbuatan komunikasi sesuai dengan standar yang berlaku dengan menentukan apa yang dianggap baik dan buruk. Karena komunikasi memiliki peran krusial dalam kehidupan manusia, pemahaman terhadap etika komunikasi menjadi sangat penting. Tanpa adanya etika dalam komunikasi, risiko terjadinya kesalahpahaman, pertengkaran, perselisihan, dan sejenisnya dapat meningkat.
-
Urgensi Etika
Etika komunikasi berkaitan dengan moral atau moralitas yang menentukan apakah cara menyampaikan pesan kepada orang lain dianggap benar atau salah. Baik melalui kata-kata maupun melalui tindakan tidak langsung yang dapat memengaruhi sikap, pendapat, atau perilaku. Seperti contoh ketika kita berkomunikasi dengan orang yang lebih tua tapi menggunakan bahasa yang tidak sopan, maka bisa dikatakan etika komunikasi kita masih kurang.
-
Pengertian & Urgensi Estetika
Yang kedua yaitu estetika komunikasi. Estetika komunikasi membahas tentang bagaimana cara agar komunikasi kita dipandang orang lain sebagai komunikasi yang indah dan layak untuk dibicarakan. Maksud keindahan disini adalah tampilan menarik dan enak dilihat dalam tindak komunikasi. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi unsur estetika, yaitu mpemilihan kata-kata dan bahasa dengan tepat dalam berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi non verbal contohnya yaitu kontak mata, tampilan, ekspresi wajah serta gerakan postur tubuh, dan lain sebagainya. Misalnya, pada saat teman menceritakan kabar bahagianya kepada kita, kita pun harus memberikan ekspresi bahagia mendengarkan ceritanya.
Kesimpulan
Dari penjelasan antara mantiq, etika, dan estetika dalam berkomunikasi dapat kita simpulkan bahwa ketiganya sangat penting karena dengan menerapkan 3 hal tersebut kita dapat berkomunikasi yang baik sesuai ajaran agama islam. Ilmu mantiq membuat kita berpikir secara logis dulu sebelum berbicara. Sedangkan etika dan estetika menjadi hal yang sangat mendasar dalam berkomunikasi karena dapat membentuk dasar moral dalam interaksi manusia. Contohnya, melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa yang baik, bersikap sopan dalam berbicara, dan hal-hal sejenisnya.
Penulis: Sabiqa Balqis Surayya (Mahasiswa Prodi Ilmu Al Quran & Tafsir UIN Sunan Ampel Surabaya)
Editor: Dina Surya Mega



