Artikel

Bulan Puasa: Saatnya Menjadi Diri Sendiri

Selasa, 05 April 2022

 

Penulis: Novia Q. A. I Editor: Fani Azfar

Tidak ada kerinduan yang lebih besar dari seorang muslim dibanding dengan kerinduannya terhadap bulan puasa. Muslim mana yang benci akan datangnya Ramadhan. Bulan dengan berbagai macam janji yang menyenangkan, bulan penuh rahmat, bulan penuh berkah, bulan mulia, dan berbagai julukan lainnya.

Terdapat salah satu dalil masyhur  tentang kemuliaan bulan Ramadhan, yakni “Diriwayatkan dari Abi Hurairah Ra., bahwasanya Rasul Saw. bersabda: Apabila telah datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibukakan, pintu-pintu neraka ditutup rapat dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Muslim)

Manusia akan Menjadi Dirinya Sendiri

Tiada cela pada salah satu bulan Allah Swt ini,  hingga setan pun dibelenggu.  Pada bulan Ramadhan, manusia akan menjadi dirinya sendiri tanpa ada pengaruh sesat dari setan. Manusia akan difokuskan untuk menunaikan ibadah-ibadah sunnah dan wajib tanpa gangguan dari bisikan setan.

Baca juga: Ramadan, Desa, dan Kota

Tentu kalian sudah tahu, pahala melakukan kebaikan di bulan Ramadhan berbeda dibanding dengan berbuat baik di bulan lainnya, yaitu berlipat-lipat ganda pahala yang diberikan.

Mengapa Masih Ada Tindak Kejahatan di Bulan Ramadhan

Mengingat kembali,  pada bulan Ramadhan setan akan dibelenggu dan pintu neraka ditutup rapat. Itu artinya, tidak akan ada peluang bagi setan untuk membisiki manusia untuk berbuat buruk. Lalu muncul pertanyaan, mengapa masih ada tindak kejahatan di bulan Ramadhan? Bukankah ini sebuah kejanggalan?

Benar, pada bulan puasa tidak akan ada suatu kejahatan atas hasil bisikan setan. Namun, kejahatan itu akan tetap ada yang muncul dari nafsu syahwat manusia itu sendiri. Loh, Memangnya ada? Ada!

Mengapa Masih AdaTindak Kejahatan di Bulan Ramadhan

Perbuatan buruk atau kejahatan manusia ketika di bulan Ramadhan merupakan mengapa masih ada tindak kejahatan di bulan Ramadhan. Manusia memiliki nafsu, dimana nafsu itu akan menjadi baik ketika terlatih berbuat baik. Pun sebaliknya, nafsu manusia akan menjadi buruk ketika terlatih berbuat buruk.

Baca juga: PKPT IPNU/IPPNU UIN Malang Sukses Gelar LAKMUD: Para Kader dari Berbagai Universitas, PAC, Hingga Ranting

Misalnya, ketika sebelum Ramadhan sering mencuri, ghibah, meninggalkan sholat, dan lain sebagainya yang pada awalnya adalah bisikan dari setan. Bergantinya hari, ia semakin melakukan tindakan buruk berulang-ulang. Dari sinilah nafsu manusia akan kecanduan melakukan perbuatan buruk dan menjadi nafsu yang buruk pula.

Maka dari itu, pernah ada suatu maqolah bahwa perang yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsu. Nafsu itu memiliki pengaruh besar pada hidup manusia.

Alhasil, tindakan buruk yang dilakukan berulang akan terbawa dalam bulan Ramadhan dan menjadi tabiat aslinya. Sehingga tanpa bisikan setan pun ia akan melakukan perbuatan buruk dan dosa.

Cara Menghilangkan Nafsu Buruk

Lalu, bagaimana cara menghilangkan nafsu buruk itu, sedangkan sekarang sudah menginjak pada bulan Ramadhan? Jawabannya adalah mulailah dari sekarang untuk berbuat baik dan tidak lagi menundanya.

Sebuah kebaikn, memang mudah diucapkan, namun sulit untuk dimplementasikan. Terutama bagi insan yang amatiran dalam berbagai persoalan. Semoga kita tetap pada jalur rahmat Allah SWT.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *