Artikel

Hujan Adalah Rahmat Tuhan

Penulis: M Muhson Al Farizi I Editor: Dina Surya Mega

Jika kita berbicara perihal hujan terutama dalam rentang dua bulan ini, maka pembahasan yang muncul mungkin tentang cuaca yang berubah drastis hanya dalam hitungan jam, berita banjir, longsor, kerugian ekonomi dan lain sebagainya. Hujan yang kita semua tahu merupakan rahmat Tuhan secara tidak sadar berubah menjadi luapan emosi dan kekesalan dalam pikiran kita. Padahal bisa jadi bukan hujanlah penyebab semua kejadian tersebut melainkan ulah manusia sendiri yang mengakibatkannya.

Hujan sendiri mengandung berbagai manfaat dan hikmah yang luar biasa di dalamnya. Ada banyak hal yang dapat kita petik dari peristiwa alam bernama hujan tersebut. Bukti bahwa kalimat “Hujan adalah rahmat Tuhan” bukan bualan semata. Telah penulis rangkum dalam beberapa pembahasan sebagai berikut.

Baca Juga: TUNAS GUSDURIAN Berlangsung Meriah dan Mewah

Pembawa keberkahan

Seperti yang kita tahu, salah satu keajaiban yang Allah berikan bersamaan dengan turunnya hujan adalah perihal pengkabulan doa. Doa yang dipanjatkan ketika hujan memiliki persentase dikabulkan lebih tinggi karena termasuk salah satu waktu yang mustajabah. Jika doa dikatakan sebagai senjata kaum mukmin maka hujan bisa menjadi gudangnya.

Jadi barangkali suatu saat kita terjebak dalam hujan di sela-sela aktivitas kita, rencana kita tertunda, perjalanan kita terhenti, daripada mengeluh alangkah baiknya jika kesempatan ini dimanfaatkan untuk melangitkan hajat kita sebanyak-banyaknya. Ada banyak keajaiban yang akan datang dengan bantuan doa-doa kita tersebut.

Melahirkan kehidupan

Sains sudah membuktikan bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Oleh karenanya hujan sebagai pembawa air juga bisa disebut sebagai pengantar kehidupan karena ia dapat menumbuhkan berbagai macam tumbuhan, memperbaiki ekosistem, memberi minum hewan dan manusia, mengaliri sungai-sungai, mengisi sumur-sumur serta merangsang kehidupan baru untuk muncul.

Menyisakan kenangan

Seperti kutipan yang sering berseliweran di beranda media sosial kita ketika turun hujan: “Hujan, 1% air 99% kenangan.” Begitulah kira-kira kutipannya. Hujan melalui aromanya dapat menyeret kembali kenangan yang telah lewat, melalui dinginnya juga turut mengingatkan kita pada kehangatan suasana masa lalu yang mungkin begitu berarti bagi kita dan akhirnya sukses membuat kita bernostalgia dalam waktu yang cukup lama.

Pelepas kesedihan

Ketika hati sedang sedih, galau, merasa hampa, berjalan di tengah-tengah guyuran hujan bisa sedikit meredakannya. Sembari menikmati aroma khas hujan dan suasananya secara perlahan dan tenang. Tentu setelahnya kita bisa menyantap makanan/minuman hangat agar tidak jatuh sakit. Jangan sampai kesedihannya reda malah sakitnya yang melanda.

Hujan menghadirkan ketenangan

Suasana hujan yang dingin, suara airnya yang beradu dengan benda-benda yang mengenainya, gelapnya area sekitar akibat mendung dan aroma yang khas mampu membawa ketenangan dalam pikiran kita. Bahkan saking tenangnya tidak jarang justru hadir pula rasa kantuk. Benar-benar suasana yang menenangkan.

Bagian dari keindahan alam

Banyak orang mengabadikan rintikan hujan dalam bentuk foto ataupun video, hal ini membuktikan bahwa turunnya hujan mengandung nilai estetikanya sendiri sehingga menarik para seniman baik itu pelukis, penulis, maupun fotografer untuk menyulapnya menjadi maha karyanya. Hujan merupakan bagian dari keindahan alam yang hadir di waktu tertentu kemudian hilang di waktu yang lain.

Sumber inspirasi

Ada banyak karya yang lahir terinspirasi dari hujan. Sebutlah misalnya novel “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono, “Rinduku Sederas Hujan Sore Itu” karya J.S. Khairen, serta “Senja, Hujan, & Cerita” karya Boy Candra. Seperti pada poin sebelumnya bahwa hujan mampu menghadirkan kenangan, lalu kenangan di saat hujan itulah yang kemudian dipilih oleh seorang pengarang untuk menuliskannya

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mensyukuri Nikmat Hujan

Akhir kata, penulis ingin mengingatkan kepada diri sendiri dan pembaca bahwa ada banyak hal positif yang bisa dilakukan ketika turunnya hujan daripada sekadar mengutuk keadaan. Salah satunya dengan mensyukuri rahmat yang Allah turunkan dalam bentuk hujan tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *