Keajaiban dan Detik-detik Kelahiran Rasulullah Saw
Secara umum, umat Islam mengetahui bahwa Nabi Muhammad Saw lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, tahun 571 Masehi, bertepatan pada tahun Gajah. Dinamakan tahun Gajah karena pada tahun tersebut keadaan Makkah sangat menegangkan. Rombongan pasukan gajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah berniat untuk menghancurkan Ka’bah.
Di sisi lain, jarang yang mengetahui bagaimana proses kelahiran Nabi Muhammad Saw dari perut ibundanya, Sayyidah Aminah binti Wahab. Tidak sedikit kitab dan buku yang menerangkan bagaimana mengagumkan dan menakjubkannya detik-detik menjelang kelahiran Nabi sekaligus Rasul terakhir Allah tersebut. Banyak kejadian luar biasa terjadi, baik ketika sebelum dan setelah Rasulullah SAW. lahir.
Dalam sebuah riwayat yang dicatat Imam Ibnu Hisyam dalam al-Sirah al-Nabawiyyah dikatakan,
أَنَّ آمِنَةَ بِنْتَ وَهْبٍ أُمَّ رَسُولِ اللَّهِ كَانَتْ تُحَدِّثُ: أَنَّهَا أُتِيَتْ، حِينَ حَمَلَتْ بِرَسُولِ اللَّهِ فَقِيلَ لَهَا: إنَّكِ قَدْ حَمَلْتِ بِسَيِّدِ هَذِهِ الْأُمَّةِ، فَإِذَا وَقَعَ إلَى الْأَرْضِ فَقُولِي: أُعِيذُهُ بِالْوَاحِدِ، مِنْ شَرِّ كُلِّ حَاسِدٍ، ثُمَّ سَمِّيهِ مُحَمَّدًا
Artinya: Sesungguhnya (Sayyidah) Aminah binti Wahab, Ibu Rasulullah SAW menceritakan bahwa beliau didatangi seseorang (Malaikat) ketika mengandung Rasulullah, kemudian dikatakan kepadanya: “Sesungguhnya engkau mengandung pemimpin umat ini. Ketika dia lahir ke dunia ini, ucapkanlah: “Aku memohon perlindungan untuknya pada yang Maha Esa dari keburukan setiap orang-orang yang hasud, kemudian namai dia dengan nama Muhammad. (Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyyah, Beirut: Darul Kutub al-A’rabiy, 1990,juz 1, hlm 180).
Keadaan Sayyidah Aminah Mengandung Rasulullah SAW.
Telah disebutkan pada malam menjelang kelahiran Rasulullah Saw. pintu-pintu surga dibuka lebar, sementara pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat, ribuan malaikat turun ke bumi, sehingga memenuhi seluruh gunung di Makkah. Bulan terbelah, bintang bersinar begitu terang, serta burung-burung yang indah dengan penuh cahaya memenuhi ruangan Sayyidah Aminah.
Tidak hanya itu, Sayyidah Aminah juga mengalami hal-hal luar biasa dan tidak lazim selama mengandung Rasulullah Saw. Sayyidah Aminah tidak pernah merasakan rasa letih, sakit, payah, dan lesu ketika mengandung Rasulullah. Hal tersebut berbeda dengan wanita hamil lainnya.
Baca juga: Sejarah dan Bacaan Sholawat Sulthon
Dalam kitab Khatimun Nabiyyin karya Muhammad Zahran juz 1 halaman 98 menyebutkan, bahwa Sayyidah Aminah berkata:
لَقَدْ عَلِقْتُ بِهِ، فَمَا وَجَدْتُ لَهُ مَشَقَّةً حَتَّى وَضَعْتُهُ، فَلَمَّا فَصَلَ مِنِّي خَرَجَ مَعَهُ نُوْرٌ، ثُمَّ وَقَعَ عَلَى الْاَرْضِ مُعْتَمِدًا عَلَى يَدَيْهِ
Artinya: Aku sungguh tengah mengandungnya (Muhammad), tapi aku tidak merasa letih sampai aku melahirkannya. Ketika Muhammad lahir, bersamanya keluar cahaya, kemudian dia telungkup bersandar pada dua tangannya.
12 Hari Menjelang Kelahiran Rasulullah
Menurut kitab An-Ini’matul Kubra ‘Alal ‘Alam karya Syekh Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-Haitami, banyak kejadian menarik dan mengagumkan pada hari-hari menjelang kelahiran Rasulullah. Utamanya pada 12 hari sebelum Rasulullah Saw. lahir.
Malam pertama Rabi’ul Awwal, Sayyidah Aminah mendapatkan kedamaian dan ketenteraman dari Allah Swt., sehingga hatinya merasa begitu tenang dan damai.
Pada malam berikutnya, Sayyidah Aminah menerima seruan berita dari Allah jika beliau segera mendapatkan anugerah yang agung dan mulia.
Pada malam ketiga, lagi-lagi Siti Aminah menerima pesan dari Allah (hatif) bahwa beliau sebentar lagi melahirkan nabi paling agung dan paling mulia, Nabi Muhammad saw.
Pada hari keempat, suara dzikir malaikat terdengar dengan jelas hingga ke telinga Sayyidah Aminah.
Malam kelima bulan Rabi’ul Awwal, Sayyidah Aminah bermimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. Dalam mimpi tersebut, Nabi Ibrahim AS. berkata kepada Sayyidah Aminah,
“Bahagialah engkau, wahai Aminah dengan lahirnya Nabi yang agung ini, Nabi pemilik cahaya yang terang benderang, Nabi pemilik keutamaan, Nabi pemilik kemuliaan, serta Nabi pemilik segala bentuk pujian.”
Pada malam keenam, Sayyidah Aminah melihat cahaya memenuhi langit-langit alam semesta, hingga tidak ada kegelapan yang tampak. Tidak lain ini adalah untuk menyambut kedatangan Rasulullah Saw.
Pada malam ketujuh, Sayyidah Aminah melihat malaikat ramai-ramai mendatangi rumahnya. Mereka menyampaikan kabar gembira bahwa waktu kelahiran Rasulullah semakin dekat.
Pada malam kedelapan, Siti Aminah mendengar berita (hatif) lagi yang menyerukan kepada seluruh penghuni alam semesta untuk berbahagia karena kelahiran nabi kekasih Allah telah semakin dekat.
Pada malam kesembilan, hati Sayyidah Aminah begitu tenang dan damai. Tidak ada rasa susah dan sedih sedikit pun padanya atas kasih sayang Allah Swt kepadanya.
Malam kesepuluh, Sayyidah Aminah melihat tanah Mina dan Khaif bergembira menyambut kelahiran Rasulullah.
Malam kesebelas, Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit begitu senang menyambut detik-detik kelahiran Rasulullah.
Hingga malam kedua belas, Sayyidah Aminah yang ada di rumah melihat langit begitu cerah, sehingga tidak ada mendung sama sekali. Mulanya, Sayyidah Aminah menangis tersedu-sedu karena pada malam ini beliau sendirian di rumah. Abdul Muthalib, sang kakek Rasulullah, tengah bermunajat di Ka’bah.
Baca juga: Amalan Sunnah yang Bisa Dikerjakan di Hari Maulid Nabi Muhammad
Namun kemudian, Allah mengutus empat wanita utama untuk menemani Aminah selama proses kelahiran Rasullah. Mereka adalah Siti Hawa istri Nabi Adam as., Siti Sarah istri Nabi Ibrahim as., Siti Asiyah binti Muzahim, serta Siti Maryam binti Imran ibunda Nabi Isa AS.
Momen Pasca Kelahiran Rasulullah
Sesaat setelah kelahiran Rasulullah-pun, banyak peristiwa tidak lazim yang terjadi. Disebutkan dalam Kitab Maulid Diba’ karya Syekh Abdurrahman Ad-Diba’i bahwa Arsy berguncang dengan kegembiraan. Langit dipenuhi dengan cahaya, sehingga menjadi terang. Kursi-Nya bertambah atas keagungan dan kemuliaan-Nya, serta para malaikat bersorak dalam pujian, pengagungan, dan permohonan ampun.
Ketika kelahiran semakin dekat dengan izin Allah Swt. selaku sang pencipta, Nabi Muhammad SAW. dilahirkan dalam keadaan sujud, bersyukur, dan memuji seakan-akan dia adalah bulan purnama dalam keindahannya.
Penulis: Musa Al Kahfi
Editor: Fani Azfar



