Artikel

Kebaikan dan Psikologi: Pembelajaran dari Hadis Kutub Al Tis’ah

Berperilaku baik kepada sesama manusia bukan hanya sekedar tindakan yang bermoral, tetapi memiliki sisi manfaat yang luar biasa bagi kesejahteraan psikologi seseorang. Ajaran Islam mewajibkan untuk berbuat baik kepada sesama.

Banyak sekali dalam teks-teks Al-Qur’an, dan hadis yang menjelaskan tentang anjuran berbuat baik kepada sesama. Islam mengajarkan bahwa kebaikan bukan hanya tentang sebuah tindakan, kebaikan juga dapat dilihat dari perkataan, niat, hingga perasaan.

Selain memiliki nilai pahala dimata agama, kebaikan juga memiliki manfaat ketika dilihat dari sisi psikologinya. Perlu diketahui bahwa salah satu cabang dari ilmu psikologi adalah psikologi positif.

Psikologi Positif

Psikologi positif merupakan upaya untuk membuat hidup seseorang menjadi lebih bermakna dan bahagia. Salah satu aspek dari prosocial behavior (perilaku sosial yang menguntungkan orang lain) yakni mencakup tindakan-tindakan seperti membantu, memberi, dan berbagi.

Baca juga: Sejarah Singkat Nyai Hajjah Nafiqah, Istri Kiai Hasyim Asy’ari yang Melahirkan Guru Bangsa

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa prilaku baik memiliki dampak yang baik bagi kesehatan psikologi seseorang. Berperilaku baik kepada orang lain, melalui tindakan ataupun sekedar memberikan dukungan emosional dapat meningkatkan rasa kebahagian dalam diri seseorang tersebut.

Selain memberikan manfaat pada penerima kebaikan, tetapi manfaat berbuat baik juga ada bagi pemberi. Hal ini dikarenakan ketika seseorang terbiasa berbuat baik, maka akan mudah meningkatkan rasa empati dan memperkuat hubungan antar individu.

Hadis Tentang Kebaikan

  • Hadis Pertama

حَدَّثَنِي أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ يَعْنِي الْخَزَّازَ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

Artinya: “Telah menceritakan kepadaku Abu Ghassan Al Misma’i: Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin ‘Umar: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir yaitu Al Khazzaz dari Abu ‘Imran Al Jauni dari ‘Abdullah bin Ash Shamit dari Abu Dzar dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: “Janganlah kamu menganggap remeh sedikitpun terhadap kebaikan, walaupun kamu hanya bermanis muka kepada saudaramu (sesama muslim) ketika bertemu.” (Shahih Muslim 4760)

Dalam kehidupan bermasyarakat, senyum sering digunakan sebagai alat komunikasi non-verbal guna menyampaikan emosi positif seseorang. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyum memiliki dampak baik bagi interaksi sosial. Selain itu, senyum juga mengandung nilai pahala.

  • Hadis Kedua

أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Artinya: “Sebarkan salam, berilah makanan, sambunglah tali kekerabatan, salatlah saat orang-orang tidur niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (Musnad Ahmad 22668)

Menyebarkan salam kepada sesama muslim merupakan salah satu contoh kecil berbuat baik. Meskipun perbuatan tersebut dinilai kecil, hal ini memiliki dampak besar pada kualitas hubungan spasial dan kesejahteraan mental seseorang.

Ketika seseorang mengucapkan salam, dia tidak hanya memperlihatkan kebaikan dan rasa hormat kepada orang lain. Seseorang tersebut juga dapat menciptakan ikatan sosial yang mendukung kesejahteraan psikologi seseorang.

  • Hadis Ketiga

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَذَكَرَ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ وَالْمَسْأَلَةَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى فَالْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu’man berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Nafi’ dari Ibnu’Umar radhiallahu’anhuma berkata, Aku mendengar Nabi. Dan telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah bersabda ketika berada di atas mimbar, diantaranya beliau menyebut tentang sedekah dan masalah tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberi (mengeluarkan infak) sedangkan tangan yang di bawah adalah yang meminta.” (Sahih bukhari 1339)

Pada sisi psikologi, memberikan bantuan material merupakan sebuah dukungan yang sangat membantu individu lain. Tidak hanya bernilai pahala, bantuan semacam ini dapat membuat seseorang merasa lebih berarti dan terhubung antar sesama individu.

Melalui beberapa contoh hadis diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa melakukan kebaikan tidak hanya anjuran agama, namun memiliki pengaruh signifikan terhadap psikologi seseorang.

Baca juga: Trend Marriage Is Scary dalam Perspektif Islam: Menyikapi Ketakutan Terhadap Pernikahan

Kesehatan Emosional

Kebaikan dapat memberikan manfaat dalam memperbaiki kesehatan emosional, meningkatkan rasa empati, dan memberikan rasa keterikatan satu sama lain. Hal ini sejalan dengan tori psikologi yang menegaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk merasa dihargai, diterima, dihargai, dan saling terhubung dengan sesama.

Selain itu, kebaikan dapat mencegah seseorang mengalami stres berlebih karena dengan berbuat baik ditengah tekanan atau situasi sulit, seseorang dengan sendirinya akan merasa puas secara batin. Rasa tersebut dapat membantu seseorang mengurangi rasa cemas dan depresi.

Sumber Rujukan

Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari. Shahih Al-Bukhari. Edited by Habiburrahman Al-A’zami. Beirut: Dar Thouq al-Najah, 1339.

Hamdan. “Psikologi Positif: Definisi, Tujuan, Contoh, Dan Manfaatnya.” Https://Kumparan.Com/Info-Psikologi/Psikologi-Positif-Definisi-Tujuan-Contoh-Dan-Manfaatnya-22A6pGLpyCL.

Riati, Novi Afri, and Imron Fauzi. “Upaya Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU IPPNU Dalam Pencegahan Radikalisme Di Kampus.” Al-Adabiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. 1 (2021): 18–31.

Penulis: Dina Nurin Al Aulia

Editor: Fani Azfar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *