Kewajiban Terhadap Teman dalam Kitab Washaya Al Abaa’lil Abnaa’ Karya Syaikh Muhammad Syakir

Sesungguhnya manusia adalah makhluk sosial, yang mana tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Untuk itu sebagai seorang muslim harus saling tolong menolong di dalam kebaikan. Menjaga dan tidak menyakiti satu sama lain atau merusak pergaulan yang telah terjalin.
Perintah Silaturahmi dan Saling Menolong
Saling menyambung silaturahmi antar sesama. Perintah dalam hal tolong menolong terhadap kebaikan telah di jelaskan di dalam firman Allah subhanahu wata’ala di dalam Al- Qur’an surat Al-Maidah ayat 2 sebagai berikut:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًاۗ وَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْاۗ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْۘا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qalā’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.”
Apa Saja Kewajiban Terhadap Teman?
Menurut kitab Washaya Al–abna’ lil abna’ di jelaskan mengenai kewajiban–kewajiban terhadap teman. Mari simak penjelasan berikut:
Melapangkan dalam Majlis Ilmu
Pertama, apabila duduk di dalam suatu majelis atau ruang belajar, janganlah menyempitkan tempat duduk temanmu, sehingga akan menimbulkan rasa ketidak nyamanan dan menimbulkan hal-hal yang tidak baik. Termaktub di dalam firman Allah subhanahu wata’ala Surat Al-Mujadalah : 11
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan” (Q.S Al-Mujadalah : 11).
Saling Berbagi Ilmu
Kedua, apabila salah satu dari temanmu di dalam memahami keterangan guru masih belum faham terhadap materi yang di sampaikan, lalu salah satu dari temanmu meminta sang guru untuk mengulangnya, maka jangan sekali kali kamu menghina terhadap ketidak pahaman temanmu itu, karena dari situlah kamu dapat mengambil faedah darinya, yaitu faedah yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya.
Baca juga: Memanggil Kembali Jiwa Kecil Kita
Ketiga, janganlah kamu mempersulit teman-temanmu apabila ada seorang temanmu yang meminta guru untuk menjelaskan terkait sesuatu yang mereka belum ketahui. Maka bersikaplah sami’na wa atho’na apabila kamu menginginkan kebaikan bagi dirimu.
Menciptakan Ketenteraman
Keempat, apabila kamu hidup di lingkungan pesantren atau asrama. Maka jagalah ketenteraman. Apabila waktunya mereka istirahat, janganlah mengganggu mereka dengan muthala’ah atau berdiskusi karena hal tersebut dapat mengganggu ketentraman mereka dalam istirahat. Apabila fajar subuh telah terbit, dan kamu sudah bangun dari tidurmu maka bangunkanlah teman-temanmu untuk melaksanakan sholat shubuh secara berjama’ah. Sebab di balik semua itu, sholat jama’ah adalah yang paling utama di bandingkan sholat sendiri- sendiri.
Berbagi Kebaikan dalam Kesulitan
Kelima, janganlah kamu segan untuk memberikan bantuan terhadap temanmu yang mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaannya. Jangan sekali-kali kamu bersikap bahwa kamu adalah orang yang paling berjasa terhadapnya. Sabda Rasulullah ﷺ
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Artinya: “Orang mukmin (terhadap mukmin lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lainnya saling kuat-menguatkan” (HR. Muslim, 2585). Demikianlah kewajiban terhadap teman yang harus diperhatikan terutama saudara sesama muslim.
Baca juga: 7 Adab Berteman dalam Pergaulan Sehari-hari
Penulis: Irmawati Widianingsih
Editor: Bella Fadhilatus Sanah



