Artikel

Kisah Menakjubkan Sayyidah Aisyah di Balik Karya Dr. Al-Buthi

Dalam sebuah kajian rutinnya di masjid Damaskus, Dr. Muhammad Said Ramadlan Al-Buthi membagikan sebuah kisah yang menyentuh hati, terkait salah satu karyanya yang belum banyak diketahui publik. Dr. Al-Buthi menceritakan bagaimana ia menulis sebuah buku kecil berjudul Aisyah Ummul-Mu’minin Hayatuha, Ayyamuha Wa Siratuha Al-Kamilah Fi Shafahat.

Isi Buku Al-Buthi

Dalam buku ini, ia membela kehormatan Sayyidah Aisyah R.A, sekaligus membantah pandangan keliru yang disuarakan sebagian pihak, terutama dari para sarjana barat/orientalis mengenai pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah yang masih muda. Mereka beranggapan bahwa Rasulullah SAW mempunyai hasrat menikah pada anak perempuan yang masih kecil, mereka juga berpendapat itu merupakan penyakit kejiwaan dan sebagainya.

“Allah menggerakkan penaku untuk menuliskan buku ini,” ungkap Dr. Al-Buthi. Ia merasa terpanggil untuk menyampaikan kebenaran dan menjernihkan persepsi yang salah tentang istri Nabi Muhammad SAW.

Mimpi Anak Al-Buthi

Namun, ada sebuah kejadian luar biasa yang menyertainya. Buku tersebut masih berupa naskah yang belum diterbitkan. Bahkan, putrinya yang tinggal di Riyadh bersama suaminya tidak mengetahui tentang karya ini. Suatu hari, putrinya menelepon Dr. Al-Buthi dan menyampaikan sebuah mimpi yang membuat Dr. Al-Buthi terharu. “Semalam aku bermimpi,” ujar putrinya, “Ada seseorang mengetuk pintu rumah kami. Ketika aku membukanya, berdiri seorang wanita dan berkata, ‘Aku Aisyah Ummul-Mukminin. Aku datang untuk berterima kasih kepada ayahmu.’” Mendengar hal itu Dr. Al-Buthi lantas bersujud syukur dan merasa sangat bahagia.

Dr. Al – Buthi menceritakan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga tentang pentingnya syukur, iman, dan cinta yang berlandaskan ilmu. Ia menegaskan bahwa cinta sejati, yang lahir setelah iman dan ilmu, adalah kekuatan yang dapat menyelamatkan seseorang di dunia dan akhirat.

Hikmah

Melalui kisah ini, kita diajak untuk merenungkan betapa besar manfaat dari keyakinan yang kokoh dan perjuangan untuk membela kebenaran. Karya kecil yang ditulis dengan hati dan keikhlasan mampu menjadi bentuk cinta yang murni kepada Allah, Rasul-Nya, dan para pendamping setia Nabi Muhammad SAW.

Bagi Dr. Al-Buthi, mimpi putrinya adalah isyarat kasih sayang Allah sekaligus tanda bahwa apa yang dilakukannya diterima sebagai bagian dari amal saleh. Ia mengajak kita semua untuk senantiasa menumbuhkan cinta sejati yang dilandasi oleh iman dan pengetahuan, karena itulah yang akan membawa keselamatan sejati.

Penulis: Zaidatur Rizqiyah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *