“Mau jadi apa kamu kalo nakal sekali seperti ini…”
“Masih kelas Sepuluh nakalnya sudah seperti ini, apalagi pas dewasa nanti…”
Sebagai seorang guru, kata-kata di atas sering kali terlontar dari lisan kita secara sengaja maupun tidak ketika melihat anak didik kita yang begitu nakal.
Membuat Mental Murid Down
Bahkan tak jarang kita mengucapkan kata-kata yang tak pantas diucapkan oleh seorang guru yang merupakan panutan bagi anak didiknya. Tak jarang pula dari kata-kata itulah yang membuat mental murid down dan patah semangat.
Ucapan Adalah Doa’
Namun, tahukah kalian? Jika kita sering melontarkan kata-kata negatif bahkan sampai mengecap murid dengan julukan anak nakal akan memiliki dampak negatif dalam kehidupannya saat ini maupun yang akan datang. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa perkataan merupakan bagian dari doa.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tiga orang yang tidak akan tertolak (doanya), yaitu; doa orang tua bagi anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR Al-Baihaqy).” Meskipun dalam hadis ini tidak menyebutkan seorang guru, penjelasan doa orang tua kepada anaknya juga dapat dinisbatkan sebagai doa seorang guru kepada anak didiknya.
Contoh Kisah
Ada suatu kisah, salah satu ulama yang ma’rifat mengetahui di Lauhul Mahfuz muridnya akan melakukan zina. Kemudian beliau berdoa, agar muridnya melakukan zina dalam mimpinya saja. Doa itupun terkabulkan. Murid tersebut yang hakikatnya akan melakukan berzina, berkat doa gurunya, maksiat yang semestinya terjadi secara nyata hanya terjadi di dalam mimpinya.
Permasalahannya, bagaimana cara mengatasi dan mencegah kata-kata yang tidak pantas keluar dari lisan kita secara sengaja maupun tidak sengaja?
Baca juga: Pondok Pesantren Darun Nun Wujudkan Santri Literasi Cetak Segudang Prestasi.
Apabila kita melakukannya secara sengaja, control lah diri kalian agar tetap stabil dengan mengingat bahwasa yang berada di hadapan kalian saat ini adalah anak didik yang masih dalam proses belajar yang kerap melakukan kesalahan.
Menguasai Emmotional Intellegence
Maka, penting bagi seorang guru agar memiliki Emmotional Intellegence yang baik. Hal ini sangat berpengaruh dalam mendidik anak. Jangan suka memberi ‘label buruk’ kepada anak didik.
Ketika anak didik diberikan label negatif, anak tersebut akan cenderung kehilangan kepercayaan dirinya. Saat diberikan label ‘anak pemalas’ atau ‘anak nakal’, anak tersebut cenderung akan menjadi pemalas yang berdampak pada menurunnya motivasi belajar.
Memberikan Julukan yang Baik
Sebaliknya, jika kita memberikan julukan yang baik kepada anak didik, hal itu juga akan memberikan dampak yang baik pula.
Sebagaimana Rasulullah memberi julukan kepada sahabat-sahabatnya. Seperti Umar bin Khattab yang dijuluki al-Faruq (pembeda antara kebenaran dan kebatilan), Khalid bin Walid yang dijuluki Saifullah (pedang Allah), dan Hamzah bin Abdul Muthalib yang dijuluki Asadullah (macan Allah).
Laqab
Dalam Tradisi bangsa Arab dikenal dengan yang namanya laqab (julukan). Salah satu fungsi laqab disematkan pada seseorang adalah sebagai bentuk pujian atas keluhuran tabiatnya. Syekh Yahya bin Syarafuddin al-Imrithi dalam petikan nadham Imrithi-nya mengatakan,
فَمَا بِمَدْحٍ أَوْ بِذَمٍّ مُشْعِرُ ¤ فَلَقَبٌ وَالاِسْمُ مَا لاَ يُشْعِرُ
Artinya: “Isim yang menunjukkan sanjungan atau hinaan disebut alam laqab, dan alam asma tidak menunjukkan makna hinaan atau pun sanjungan (nama biasa).”
Muhasabah Diri
Apabila perkara tersebut terjadi secara tidak sengaja atau spontan, hal yang perlu kita lakukan adalah mengintrospeksi diri kita sendiri. Mengapa demikian? sebab tingkah laku dan tutur kata yang keluar secara tidak sengaja atau spontan biasanya membudaya.
Baca juga: Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 4: Kesedihan Rasulullah atas Ahli Kitab yang Terpecah-Belah
Mengubah Kebiasaan Diri
Oleh sebab itu, yang perlu kita lakukan adalah mengubah kebiasaan diri yang sebelumnya temperamental menjadi bersabar, sebelumnya yang sering berkata-kata kasar mulai mengubahnya menjadi kalimat-kalimat dzikir.
Jika sudah menjadi kebiasaan, insyaallah kita akan lebih mudah mengontrol emosi saat menghadapi anak didik yang nakal.



