Tanamkan Mindset Memberi

Memberi adalah perkara yang mudah untuk diucapkan, namun sulit untuk dilakukan. Sebagian dari kita akan berpikir dua kali sebelum memberikan sesuatu kepada orang lain, hal itu dilatar belakangi karena setiap manusia memiliki kebutuhan masing-masing.
Sehingga mereka akan cenderung mendahulukan kebutuhan mereka terlebih dahulu daripada kebutuhan orang lain, sekalipun itu hanya sebatas kebutuhan sekunder, bahkan sebatas kebutuhan tersier sekalipun.
Umat muslim seharusnya memahami mengenai konsep yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw. perihal tersebut, akan tetapi sebagian dari umat muslim akan merasa berat untuk melaksanakannya. Hal itu karena masih melekatnya sifat bawaan manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki, serta haus akan materi.
Berangkat dari pernyataan diatas, mengingatkan penulis mengenai salah satu organisasi masyarakat berbasis Islam yang sangat mengedepankan sikap memberi tanpa pamrih pada setiap kegiatannya. Melalui tekad saling memberi ini, ormas tersebut dikenal baik oleh semua lapisan masyarakat.
Nahdlatul Ulama merupakan organisasi masyarakat yang berdiri sendiri, tidak bergantung pada siapapun dan lembaga apapun. Sehingga bagaimanapun kondisi yang terjadi, NU akan tetap berjalan tegak menjalankan misi mulianya.
Sebagaimana yang telah penulis singgung pada pernyataan sebelumnya, Nahdlatul Ulama yang dari sekian banom, lembaga, serta lajnah yang dimiliki selalu berpegangan pada satu aspek yang kuat yakni mindset memberi, bukan malah meminta. Jadi, apapun yang menjadi proyek dan target NU, pasti akan melibatkan kata shodaqoh.
Semua hal tersebut dapat dilihat dari hal yang paling kecil yakni dari amaliyah-amaliyah NU seperti Tahlilan, manaqiban, majelis burdah, maulid diba’, yasinan, dsb. Keseluruhan dari amaliyah tersebut pastilah memiliki sebuah rangkaian acara yang tidak pernah ditinggalkan yaitu ramah tamah, talaman, ataupun berkatan.
Inilah hal kecil yang sangat berarti untuk saling memberi. Mulai dari lingkup sederhana saja sudah diterapkan, lalu bagaimana dengan lingkup yang lebih luas? NU melalui lembaga-lembaga yang dimiliki telah menyediakan jasa untuk melayani masyarakat Nahdliyin serta masyarakat muslim pada umumnya.
Lembaga-lembaga tersebut misalnya LP Ma’arif NU yang bergerak di bidang pendidikan, Lembaga Perekonomian NU, Rabithah Ma’ahid Islamiyah yang bergerak di bidang pengembangan dan hubungan pesantren NU, Lembaga Seni Budaya NU, lembaga Kesehatan, Lembaga Pertanian, dan masih banyak lagi.
Tradisi semacam ini tetap dirawat dan diterapkan dimanapun, kapanpun, serta bagaimananpun oleh warga Nahdliyin. Aktifitas memberi terus disemai di tengah-tenagh masyarakat guna menumbuhkan ketentraman bagi umat muslim. Mindset ini pula yang menjadikan NU mudah diterima oleh semua kalangan.
Ketika sudah tertanam mindset memberi, maka setiap individu tidak akan mudah dikecewakan terhadap fakta-fakta kehidupan yang kemungkinan terjadi terutama yang berkaitan dengan masyarakat.
Maka dari itu, penting bagi warga Nahdliyin untuk ngurip-nguripi tradisi tersebut. Bukan karena apa, tetapi sering kita sadari di zaman sekarang ini, tidak sedikit dari beberapa komunitas yang ada di masyarakat sering mengecewakan atau sebatas memberikan iming-iming harapan saja.
Penulis : Noviya A’yun
Editor : F. Azfar



