Amalan & DoaArtikel

Cara Tayamum Lengkap Dengan Syaratnya

Agama Islam datang dengan membawa kemudahan. Umumnya bersuci dari hadas untuk mengerjakan sholat dan ibadah fardlu dapat dilakukan dengan berwudlu, yakni dengan menggunakan media air. Namun bagaimana jika didapati kesulitan dalam menggunakan air, entah itu karena ketidak adaannya, sakit, maupun sebab yang lain.

Islam memberikan Ruksoh (kemudahan), yaitu dibolehkannya bersuci menggunakan debu atau biasa disebut disebut tayamum. Namun ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan dan dipenuhi sebelum melakukan tayamum, yakni:

  • Tayamum harus dilakukan ketika masuk waktu sholat fardlu.
  • Membuktikan ketidak adaannya air dengan melakukan pencarian, baik dilakukan sendiri atau menyuruh orang lain maupun melihat pendapat orang sekitar (melihat: dari 4 arah).
  • Debu harus suci mensucikan, artinya tidak basah dan lengket.
  • Jika terkena najis maka harus dibersihkan terlebih dahulu, karena tayamun hanya sebagai pengganti wudlu dan mandi besar.
  • Tayamum hanya berlaku untuk 1 kali sholat fardlu, namun setelahnya boleh digunakan untuk ibadah sunnah laiinnya (sholat sunnah dan atau membaca al-Qur’an).

Tata Cara Tayamum

Tata cara tayamum yang benar yaitu meliputi 1). Niat dalam hati, 2). Mengusap wajah, 3). Mengusap kedua tangan, dan 4). Tertib. Kemudian dalam tata cara mengerjakan tayamum terdapat berapa hal yang diwajibkan dan disunnahkan, yaitu;

Empat hal kewajiban dalam tayamum:

  1. Niat dalam hati, niat tayamum wajib dibarengkan dengan pemindahan debu dari tempatnya menuju wajah dan tangan.
  2. Mengusap wajah.
  3. Mengusap kedua tangan hingga siku.
  4. Tertib

Tiga Hal Kesunnahan Dalam Tayamum:

  1. Membaca Basmalah.
  2. Mendahulukan tangan kanan dari pada tangan kiri, dan mendahulukan bagian atas dari pada bagian bawah.
  3. Muwalah, tetap tersambung.

Berikut cara praktis mengerjakan tayamum:

  • siapkan debu (tanah berdebu dan atau media lain yang sekiranya berdebu).
  • kemudian menghadap kiblat ucapkan basmallah lalu letakkan kedua telapak tangan pada tempat yang berdebu. (*Jari Rapat)

selanjutnya angkat telapak tangan dan ketok

 

  • Niat dalam hati,

 (نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى )

  • Usap Wajah (*dengan melanggengkan niat),

  • Ambil debu lagi.
  • Usap Kedua Tangan

 

  • Tertib, ( dilanjut membaca do’a setelah berwudlu ).

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

WAALLAHU’ALAMBISSHOAB..

Oleh: Muhammad Sofwan Hadi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *