Tips Sehat Berpuasa untuk Penderita Gangguan Asam Lambung
Umat Islam tengah menyambut bulan suci Ramadhan. Perlu diketahui bahwa yang disiapkan bukan hanya perihal kesiapan hati dan kebutuhan dapur, tapi juga kesehatan lambung.
Sebagai ibadah yang dilakukan berturut-turut selama satu bulan penuh. Menahan haus dan dahaga serta setiap hal yang membatalkan puasa selama 12 jam penuh. Pastinya dibutuhkan ketahanan fisik yang cukup baik agar tetap bisa melaksanakan ibadah.
Jadwal makan dan tidur mengalami perubahan yang terkadang bisa membuat tubuh kita harus beradaptasi dengan cepat, terutama untuk beberapa manusia yang sudah memiliki gejala gangguan asam lambung. Cara paling cepat adalah dengan rutin meminum obat maag setiap berbuka dan sahur.
Baca juga: 5 Hal untuk Persiapan Menyambut Ramadhan
Jika gangguan asam lambung masih dalam tahap ringan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari kambuhnya sakit di jam-jam kritis daripada harus membiasakan diri meminum obat terus menerus. Namun, untuk penderita dengan penggunaan obat teratur baiknya konsultasikan lebih lanjut pada dokter ya!
1. Jangan lewatkan Sahur! Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks
Sahur termasuk dalam kesunnahan yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Berpuasa itu memerlukan energi yang besar, sahur adalah salah satu cara untuk bersiap diri menghadapi puasa hari itu.
Memilih jeis makanan yang tepat utuk sahur juga harus jadi perhatian. Sahur bukan hanya tentang makan sampai kenyang, tapi juga memakan makan yang kaya energi dan bisa menekan rasa lapar lebih lama dari jenis makanan yang lain. Memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks lebih dianjurkan dari pada makanan berkarbohidrat simpel.
Di antara jenis makanan berkarbohidrat kompleks, yakni oatmeal, beras merah, ubi jalar, jagung, dan alpukat. Sementara karbohidrat simple terdiri atas beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan gula tinggi dan rendah gizi sehingga lebih cepat dicerna oleh tubuh dan mudah memunculkan rasa lapar kembali, yakni makanan manis, beras putih, roti tawar, donat, dan olahan terigu atau tepung beras.
2. Hindari makanan pencetus
Gangguan asam lambung seringkali terjadi saat kita mengonsumsi beberapa makanan yang bisa memicu produksi asam lambung berlebih. Untuk itu baiknya selama bulan puasa hindari beberapa jenis makanan pemicu, di antaranya makanan pedas, makanan mengandung lemak tinggi, buah-buahan berjenis sitrus (jeruk, lemon, jeruk nipis, dan lain lain), makanan yang asam, coklat, serta kopi/teh.
3. Jangan langsung tidur setelah makan!
Terkadang menahan godaan untuk tidak tidur lagi setelah sahur itu lebih berat daripada godaan untuk makan indomie di siang hari. Saat keadaan perut sedang penuh dan mencerna makanan jangan langsung rebahan setidaknya 2-3 jam setelahnya.
Tidur segera setelah makan dapat membuat lambung memproduksi gas berlebih dan bisa menyebabkan heartburn (sensasi perih dan panas seperti terbakar di dada). Mengalami heartburn saat sedang berpuasa tentu sangat menyiksa dan membuat rasa tidak nyaman serta dapat mempengaruhi aktivitas kita seharian.
4. Kelola Stress
Pemicu naiknya kadar asam lambung bukan hanya dipengaruhi oleh makanan atau minuman, melainkan juga dari aktivitas mental. Stress berlebih bisa menjadi pemicu yang kuat untuk para penderita gangguan asam lambung.
Mengelola stress dapat dilakukan dengan berolahraga. Walaupun berpuasa, kita tetap bisa melakukan olah raga ringan secara rutin. Selain itu, Kelola stress bisa dilakukan dengan melakukan relaksasi, yakni melalui yoga atau kelola pernapasan.
Baca juga: Kultum Ramadhan: Rahasia Rasulullah dalam Menjalani Ramadhan
Perlunya tetap mengontrol pikiran dan mood agar tidak menimbulkan emosi yang meledak-ledak saat puasa hingga berimplikasi pada kesehatan fisik juga.
5. Atur jadwal minum air putih
Berpuasa seringkali membuat jadwal minum air putih kita juga berantakan. Oleh karena itu, kita harus tetap mengusahakan mengatur jadwalnya agar kebutuhannya tetap terpenuhi. Untuk seseorang yang memiliki gangguan asam lambung, sebaiknya awali berbuka puasa dengan minum satu gelas air putih.
Perbanyak minum air putih pada rentang waktu isya sampai satu jam sebelum tidur. Lalu, minum satu gelas lagi saat bangun tidur, sebelum sahur, dan setelah makan sahur.
Beberapa tips tersebut dapat diterapkan pada penderita gangguan asam lambung ringan maupun masyarakat umum. Semoga kita bisa menjalani ibada puasa tahun ini dengan baik, serta dalam keadaan sehat jiwa dan raga. Selamat menunaikan ibadah puasa!
Penulis: Putri Malinda Nurul Faizah
Editor: Fani Azfar



