ArtikelRedaksi

Menyayangi Diri: Bentuk Syukur Terhadap Tuhanmu

Akhir-akhir ini, cukup banyak kasus mengenai kesehatan mental, hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id sebanyak 6,1% masyarakat Indonesia pada rentang usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan mental.

Bagaimana agar kita lebih menyayangi diri kita?

Pada rentang usia tersebut, seharusnya para remaja memiliki kekuatan baik kecepatan, penalaran, dan ketahanan terhadap panas, dingin, serta berbagai cedera. Hal ini menjadi masalah yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Fenomena Poligami, Begini Tafsir Surah An-Nisa’ Ayat 3 Menurut Para Ulama’

Memiliki rasa syukur

Mecintai diri merupakan salah satu bentuk rasa syukur yang bisa kita lakukan. Pada QS. Yunus ayat 44 dijelaskan bahwa “Sesungguhnya Allah Swt. tidak mendzalimi manusia sedikitpun, tetapi manusia itulah yang mendzalimi dirinya sendiri.”

Pertama kita diajarkan untuk memiliki rasa syukur, jangan sampai kita menyesalinya seperti lupa akan nikmat yang sudah diberikan Allah Swt. kepada kita. Banyak hal yang terlewat untuk kita syukuri ketika kita terlalu fokus pada masalah yang dihadapi.

Pada QS. Ibrahim ayat 7 Allah Swt. berfirman, “Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Bersabar

Kedua dengan cara sabar. Sebagian orang yang mengeluh dengan perkataan “Ah, gampang kamu cuma bilang sabar-sabar rasain makanya.” Sebenarnya kita semua memiliki masalah, namun hanya berbeda bentuk, jalan, dan level yang masih berbeda. Semua berjalan diwaktu yang tepat, bahkan Imam Al-Ghazali membedakan sabar menjadi beberapa tingkatan.

Meminta Maaf

Ketiga adalah meminta maaf. Meminta maaf tidak selalu membuat diri kita hina. Justru permintaan maaf menunjukkan kebesaran hatimu. Inisiatif yang dipunyai seseorang untuk minta maaf bisa menciptakan kedamaian baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Baca juga: Puncak Harlah Ke-78, Lautan Ibu-Ibu Muslimat NU Hijaukan GBK

Memaafkan

Terakhir adalah memaafkan. Ini mungkin sulit bagi beberapa orang. Pada QS. Asy Syu’ra ayat 40 dijelaskan bahwa “Maka, barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.”

Mencintai atau menyayangi diri itu penting, asalkan tidak membuat lupa kepada orang lain. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi petunjuk kita adalah sebagai bentuk pemahaman untuk mengimplementasikan akhlak mulia yang pada akhirnya memberikan kebahagaiaan untuk diri sendiri dan orang sekitar.

Penulis: Ayu Setia Ningsih

Editor: Fani Azfar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *