Mengungkap Mitos: Benarkah Bahasa Madura Tidak Memiliki Huruf “W”?
Bahasa Madura dikenal sebagai bahasa yang unik di Jawa Timur, salah satu fenomena yang sering muncul di media sosial adalah anggapan bahwa bahasa Madura tidak memiliki huruf “W.” Fenomena ini menjadi ciri khas tersendiri dalam bahasa yang digunakan oleh masyarakat Madura, pulau yang terbagi menjadi empat kabupaten, yaitu Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
Dalam bahasa Indonesia dan beberapa bahasa lainnya, huruf “W” merupakan bagian yang tak terpisahkan. Namun, dalam bahasa Madura penggunaannya berbeda. Di setiap percakapan sehari-hari, orang Madura cenderung mengganti bunyi “W” dengan bunyi yang lebih familier bagi mereka. Hal ini terlihat dari contoh perubahan kata yang banyak tersebar di media sosial. Misalnya:
- Bahasa Indonesia: “warung” ➔ Bahasa Madura: “berung”
- Bahasa Indonesia: “sawah” ➔ Bahasa Madura: “sabeh”
- Bahasa Indonesia: “warna” ➔ Bahasa Madura: “berna”
Baca Juga: Percakapan Bahasa Madura Beserta Artinya
Dari beberapa contoh diatas, seolah-olah bahasa Madura tidak memiliki huruf “W” atau huruf tersebut tidak digunakan sama sekali. Namun, kenyataannya huruf “W” tetap ada dalam bahasa Madura, terutama dalam nama orang dan beberapa kata asli berbahasa Madura. Contohnya:
- Nama orang: “Uweng,” “Wawan,” “Wanto,” “Wahyu,” dan lain sebagainya
- Kata asli bahasa Madura: “wengguweng” (yang berarti “kumbang”)
Selain itu, tidak semua kata dalam bahasa Indonesia yang mengandung huruf “W” akan berubah menjadi “B” dalam bahasa Madura. Ada beberapa kata yang tetap berubah dengan pola yang berbeda. Contohnya:
- Bahasa Indonesia: “walaupun” ➔ Bahasa Madura: “tekka’a”
- Bahasa Indonesia: “wangi” ➔ Bahasa Madura: “ro’om”
- Bahasa Indonesia: “wanita” ➔ Bahasa Madura: “bine”
Dari berbagai contoh kata yang telah dipaparkan diatas, bahwa anggapan yang menyebutkan bahasa Madura tidak memiliki huruf “W” adalah keliru. Setelah diteliti, huruf “W” memang ada dalam bahasa Madura, meskipun penggunaannya terbatas pada kata-kata tertentu. Namun, fenomena penggantian “W” menjadi “B” dalam beberapa kata tetap menjadi bagian unik dari bahasa Madura yang memperkaya keanekaragaman bahasa di Indonesia.
Baca Juga: Memahami Bahasa Santri dengan Teori Humanistik
Keunikan ini menunjukkan bahwa bahasa Madura, seperti bahasa daerah lainnya, memiliki sistem dan keindahannya sendiri. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas linguistik yang membuat bahasa mereka unik, meskipun tetap dipengaruhi oleh bahasa lain seperti bahasa Indonesia. Dengan demikian, bahasa Madura adalah bagian dari kekayaan budaya yang patut diapresiasi dan dipelajari lebih lanjut.
Penulis: M. Bastuta Shomad


