
Fenomena gerhana merupakan suatu peristiwa yang langka, sehingga tidak jarang yang mengabadikan momentum ini hanya sekedar berfoto ria untuk di update ke medsos. Namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa adanya fenomena gerhana ini telah menunjukkan bagaimana kebesaran dan kekuasaan Allah, Tuhan seluruh alam semesta ini.
Sejarah Fenomena Gerhana di Zaman Rasulullah
Dalam sejarahnya, fenomena gerhana juga pernah terjadi di zaman Rasulullah saw. yang mana hal ini bertepatan dengan wafatnya salah satu Putra Nabi. Hal ini tentu membuat orang awam pada masa itu bergumam dan beranggapan bahwa terjadinya gerhana adalah sebab wafatnya Putra Nabi.
Keadaan ini tentu tidak dibiarkan oleh Rasulullah begitu saja, setelah menunaikan sholat gerhana Rasulullah langsung berkhutbah seraya bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Artinya: “Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah,” (HR Bukhari).
Sebuah Pelajaran dari Fenomena Gerhana
Dalam salah satu khutbah yang disampaikan oleh KH Marzuqi Mustamar fenomena gerhana merupakan salah satu cara Allah dalam mengingatkan makhluknya bahwa ketika kita bersinar (sukses) janganlah bersikap sombong.
Baca Juga: Hujan Adalah Rahmat Tuhan
Fenomena hilangnya sinar matahari dan rembulan saat gerhana mengisyaratkan kepada kita untuk selalu rendah hati dalam segala hal. Kita tidak boleh sombong, karena apa yang kita miliki saat ini hanya titipan dari Allah. Titipan yang sewaktu-waktu bisa di cabut oleh Sang Pemilik.
Layaknya ilmu padi yang semakin berisi semakin menunduk, sikap manusia yang rendah hati penting untuk terus di pupuk dalam diri. Sudah selayaknya kita harus ingat bahwa itu semua adalah titipan dari Allah swt.
Baca Juga: Penjelasan Seputar Sejarah dan Fiqih Gerhana
Tidak dapat kita pungkiri juga bahwa nikmat yang kita dapatkan adalah ujian untuk rasa kepedulian kita kepada orang lain. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menggunakan nikmat yang kita dapat sekarang ini untuk memperoleh rida dari Allah swt.



