Cahaya Kehidupan
Ustadz atau seseorang yang dianggap mumpuni dalam masalah agama adalah panutan masyarakat di sebagian daerah dan wilayah di Indonesia. Kehadiran tokoh agama menjadi jawaban tersendiri di tengah maraknya berbagai kasus yang timbul di sekitar kita. Tak heran, belakangan para tokoh agama semakin banyak dikenal dan dengan mudah memberikan arahan dan pencerahan bagi masyarakatnya.
Bicara mengenai tokoh agama, kiranya akan sangat bermanfaat jika saya menguraikan kepribadian dan kebaikan dari seorang tokoh agama di daerah saya tinggal. Bapak Muhyiddin namanya. Seseorang yang amat istiqomah dan bersabar dalam mempertahankan nilai serta norma agama yang tentunya berpedoman pada al-Quran dan hadis. Beliau adalah seorang hafidh yang juga langgeng menjadi imam salat di masjid At-Taqwa dusun Bolang, desa Bengkal, Jawa Tengah, tempat saya tinggal.
Istiqomah dalam Beribadah
Istiqomah dan telaten, begitulah kami memaknai setiap yang beliau lakukan. Beliau rutin mengadakan simaan pada setiap sehabis subuh pada bulan romadhon, membaca al-barzanji pada bulan Rabiul Awal, dan melanggengkan tadarus pada malam malam bulan Ramadhan. Selain itu, beliau juga mengasuh TPQ Hidayatus Sibyan yang selalu mengadakan pembelajaran pada sore dan malam hari. Sebagai manusia yang notabene membutuhkan pekerjaan, beliau adalah orang yang selalu ikhlas. Tutur kata yang lembut, ikhlas dan sabar dalam memberikan informasi dan arahan pada masyarakat menjadikan Pak Den, begitu panggilan akrabnya, menjadi seseorang yang amat disegani dan dihormati.
Bukan tanpa alasan, kemahiran beliau dalam agama dan hukum, kedalaman ilmu beliau dan istiqomah, yang mampu menandingi ribuan karomah ini, membuat masyarakat senantiasa menjaga dan menganut apa yang beliau dawuhkan. Bapak Muhyiddin adalah seorang suami dan ayah dari ketiga orang putranya. Menjadi anak sekaligus menantu yang dapat menjadi teladan. Selain aktif di kegiatan desanya, beliau juga aktif mengikuti kegiatan NU seperti ziarah ulama dan tarawih keliling. Membaca barzanji setiap malam adalah kebiasaan beliau sepanjang bulan Rabiul Awal hingga puncaknya yakni pada tanggal 12. Istiqomah, itulah yang selalu terngiang saat beliau memulai memimpin jamaah untuk membaca barzanji sepanjang malam. Tidak ada yang instan dalam setiap keinginan, begitu juga dengan keinginan dan harapan beliau untuk menambah kebaikan dan kegiatan yang berbau keagamaan agar semakin tumbuh dan berkembang di daerah tempatnya tinggal.
Selain mumpuni dalam hal mengaji, Pak Muhyiddin juga seseorang yang amat peduli terhadap kegiatan masyarakat. Ketika ada kegiatan yang berbau kemasyarakatan dan kebangsaan, maka beliau juga ikut memberikan semangat dan berperan penting. Beliau kerap menjadi ketua dan sekretaris yang teramat warga sekitar butuhkan.
Keuletan dan kedalaman ilmu agama yang beliau miliki membuat warga sekitar amat mempercayai beliau dalam hal apa pun. Misalnya, menjadi imam saat salat Jumat atau salat maktubah pada hari-hari biasa serta ketika khutbah idul Adha dan idul Fitri. Beliau adalah orang yang sangat sederhana, yang tampak dari bangunan rumah dan pakaian beliau sehari-hari. Hal-hal itu sama sekali tidak menunjukkan tanda bahwa beliau adalah orang yang pamer.
Baca juga: Ikhlas sebagai Dasar Kehidupan
Ikhlas dalam Mengajar Agama
Pak Den adalah orang yang sangat qonaah dan menerima, beliau juga sangat berperan dalam mendidik anak-anak perihal ilmu agama. Beliau beserta istrinya ikhlas dan tidak mengharapkan sepeser pun uang dari pemuda, remaja, ataupun anak-anak yang mengaji di TPQ atau di rumahnya.
Karena itu, sudah banyak dari warga dan masyarakat sekitar yang mulai menyadari perhatian Pak Den pada kebutuhan anak-anak berupa ilmu agama. Sehingga kedepannya akan melahirkan anak-anak yang memiliki pemahaman agama serta sholeh dan berguna. Tidak hanya itu, beliau juga gemar memberikan semangat kepada orang-orang agar melakukan kebaikan, tak terkecuali memberikan santunan zakat atau infaq bagi masjid. Beliau adalah orang yang sabar. Itu terbukti ketika beberapa anggota keluarganya mengalami musibah, maka beliau adalah orang yang sabar dalam menyikapi masalah tersebut.
Semoga Allah memberikan kemudahan dalam segala sisi kehidupan beliau dan mengangkat segala hal yang membuat beliau kesusahan atau bersedih. Karena sesungguhnya beliau adalah seseorang yang tidak pernah jauh dari Quran dan menyukai anak kecil. Beliau ikhlas mendidik mereka menjadi manusia-manusia yang berguna di masa depan untuk bangsa negara dan agama.
Penulis: Rokhimatus Sholekhah
Editor: Alifa Zainar Naasha



