Amalan & Doa

Keistimewaan Bersiwak

Salah satu amalan yang sangat disenangi Nabi Muhammad SAW bahkan sangat dianjurkan oleh beliau adalah bersiwak. Sebenarnya beliau sangat menginginkan umatnya memakai siwak setiap sebelum sholat, akan tetapi Nabi Muhammad takut hal itu akan memberatkan umatnya.

Salah satu hadis terkait pentingnya siwak ketika hendak shalat adalah:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : لَوْلاَ أنْ أشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ (متفقٌ عَلَيْهِ)

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasululah bersabda, seandainya tidak memberatkan atas umatku atau (manusia),tentu aku perintahkan untuk menggunakan siwak bersamaan tiap akan melaksanakan shalat. (HR. Bukhari, no. 887 dan Muslim, no. 452)

Karena bersiwak ketika hendak shalat itu fadhilahnya sangat besar, sampai Rasulullah SAW bersabda “ قال النبي صلى الله عليه وسلم: رَكْعَتَانِ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِينَ رَكْعَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ.”

Nabi saw. bersabda, “Dua rakaat dengan bersiwak lebih baik dari pada tujuh puluh rakaat dengan tanpa bersiwak.”.

Jika dihitung-hitung, ketika kita menggunakan siwak setiap hendak melakukan shalat, maka shalat 30 rakaat saja dalam sehari semalam yang kita awali dengan bersiwak, itu lebih baik daripada 1.050 rakaat TANPA siwak.

Baca juga: Amalan Ampuh Bisa Cepat Naik Haji

Sayyidah Fatimah Az-Zahra, beliau adalah seorang perempuan yang sangat cinta dengan siwak, sehingga saking seringnya beliau menggunakan siwak, Sayyidina Ali cemburu dengan siwak yang digunakan oleh Sayyidah Fatimah, seraya berkata “aku cemburu dengan engkau wahai siwak, tidak ada yang bisa masuk ke dalam mulut istriku kecuali engkau wahai siwak, sedangkan engkau tidak takut aku suaminya selalu memperhatikan engkau wahai siwak” kata Sayyidina Ali. “Andaikata siwak itu manusia dan bisa aku bunuh, niscaya akan aku bunuh siwak, karena aku cemburu dengan siwak” tambahnya. Ini bukti bahwa saking cintanya Sayyidah Fatimah dengan siwak.

Fadhilah Bersiwak

Diantara fadhilah orang yang mau melanggengkan bersiwak, yaitu :

  • Mempermudah keluarnya ruh ketika sakaratul maut
  • Menguatkan hafalan
  • Mendatangkan ridha Allah SWT
  • Memfasihkan lisan
  • Menghilangkan kuman di mulut
  • Mencerdaskan otak
  • Membantu mengatasi gigi berlubang
  • Memperkuat kesehatan gusi
  • Menerangkan mata
  • menyembuhkan sariawan
  • Mencegah radang gusi
  • Mengusir setan
  • Mengharumkan mulut
  • Menyembuhkan penyakit lambung, dan masih banyak lagi.

Waktu yang Dianjurkan Bersiwak

Imam Nawawi rahimahullah pernah menjelaskan, bahwa bersiwak itu hukumnya sunnah dilakukan kapan saja dan disetiap waktu. Akan tetapi ada lima keadaan yang sangat dianjurkan untuk bersiwak,  yaitu:

  1. Ketika hendak shalat
  2. Ketika hendak wudhu’
  3. Ketika hendak membaca Al-Qur’an
  4. Ketika bangun dari tidur
  5. Ketika ada perubahan bau mulut, misalnya karena lama tidak makan ataupun minum, memakan makanan yang berbau tidak enak, terlalu lama diam, dan banyak bicara. (Syarah Shahih Muslim)

Baca juga: Mengenal Siwak dan Manfaatnya bagi Kesehatan Gigi dan Mulut

Tata Cara Bersiwak

Adapun tata cara bersiwak seperti yang disunnahkan Nabi Muhammad SAW, yaitu:

  • Berdo’a sebelum bersiwak.
  • Memegang siwak menggunakan tangan kanan
  • Memegangnya dengan meletakkan tiga jari di atas siwak dan dua jari di bawahnya
  • Memulainya dari gigi bagian tengah kemudian sisi kanan atas terus ke bagian kanan bawah kemudian sisi kiri atas terus ke bagian sisi bawah, sampai membentuk angka delapan, dan dilakukan sampai tiga kali, kemudian
  • Terakhir, menggosok lidah dengan siwak satu kali

Do’a ketika hendak memakai siwak :

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ بِهِ أَسْنَانِيْ وَشُدَّ بِهِ لِثَّتِيْ وَثَبِّتْ بِهِ لَهَاتِي وَأَفْصِحْ بِهِ لِسَانِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ وَأَثِبْنِيْ عَلَيْهِ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya : “Yа Allah putihkan gigiku dаn kuatkan gusiku, ѕегtа kuatkan lahatku (daging уаng tumbuһ dі аtаѕ langit-lаngіt mulut) dan fasihkan lidahku dengan siwak itu serta berkatilah siwak tersebut dan berilah раһаlа aku kагеnаnуа wаһаі dzat paling mengasihi dіаntага para pengasih.”

Wallahu a’lam

Penulis: Qurrota A’yun

Editor: Musa Al Kahfi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *