Penulis: Muhammad Rifki Amirudin I Editor: Fani Azfar
Hari raya Idul Adha merupakan salah satu hari raya besar umat Islam yang jatuh setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Bulan tersebut memiliki banyak keutamaan bagi masyarakat Muslimin.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. “Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah Swt. menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada 12 bulan. Di antaranya ada empat bulan haram Suci. Bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Satu bulan lagi adalah Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim).
Terdapat Beberapa Peistiwa Besar
Selain itu, pada bulan ini terdapat beberapa peristiwa besar bahkan hingga diabadikan dalam Al Qur’an dan Hadis yang ditulis dengan tinta emas dalam buku-buku sejarah umat Muslim. Beberapa peristiwa tersebut adalah diampuninya Nabi Adam As., dikeluarkannya Nabi Yunus As. dari perut ikan, pembangunan Ka’bah oleh Nabi Ibrahim As. atas perintah allah Swt., dan masih banyak peristiwa besar lainnya.
Baca juga: Menumbuhkan Sikap Tawassuth di Era Hasut
Peristiwa yang Menjadi Ikon Bulan Dzulhijjah
Namun diantara peristiwa tersebut, salah satu peristiwa besar yang selalu diperingati oleh umat Muslim sampai sekarang adalah ujian Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail As. Awalnya, sangat berat hati Nabi Ibrahim As. menaati perintah Allah Swt. dan begitu pula Nabi Ismail As. dengan ikhlas taat serta patuh kepada perintah Allah Swt. dan orang tuanya.
Dalam hal ini, salah satu hikmah yang dapat kita ambil adalah setiap yang ada di muka bumi merupakan milik Allah Swt. Ibarat kita adalah Nabi Ibrahim memiliki putra bernama Nabi Ismail yang merupakan suatu hal yang sangat berharga bagi kita. Namun, semua itu adalah titipan.
Apa yang kita sayangi dan banggakan baik itu harta, jabatan, bahkan keturunan semua itu adalah milik Allah Swt. Disamping itu, ketaatan Nabi Ismail kepada Nabi Ibrahim merupakan tamparan keras bagi kita, terutama sebagai seorang anak.
Baca juga: Hukum Menyimpan Daging Kurban Melewati Hari Tasyrik
Saat ini terkadang kita suka membantah dan tidak patuh kepada orang tua. Namun berbeda dengan Nabi Ismail yang bersedia untuk disembelih orang tuanya demi menaati perintah Allah Swt.
Upaya Membasmi Nafsu Hewani
Selain itu dalam peristiwa Qurban, objek yang di sembelih adalah hewan. Peristiwa ini secara tidak langsung mengajarkan bahwa salah satu hambatan terbesar manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. adalah nafsu yang terwujud dalam sifat hewani. Jika kita ingin lebih dekat kepada allah Swt. kita harus berusaha mengalahkan atau membunuh sifat hewani tersebut.
Selain itu, kita sebagai hamba seharusnya malu kepada Allah Swt. Meskipun kita sering berbuat maksiat, serta ingat kepada Allah Swt. ketika membutuhkan saja. Namun karena Allah Swt. memilili sifat Rahman Nya yang selalu mengabulkan dan mendengarkan doa-doa yang kita panjatkan.



