Meminimalisir Konten Negatif yang Banyak Beredar, Media Santri NU adakan Webinar Kepenulisan
Pewarta: Tim Media Santri NU
Puluhan generasi muda Nahdlatul Ulama dari pelbagai penjuru Indonesia sangat antusias mengikuti webinar kepenulisan yang digelar Tim Media Santri NU pada hari Minggu, 19 September 2021. Peserta yang mendaftar cukup banyak, melebihi target, yaitu sebanyak 176 peserta yang tidak hanya datang dari Kota Malang bahkan ada yang dari luar pulau.
Kegiatan ini mengambil tema “Kupas Tuntas Strategi Penulisan Artikel & Berita dalam Website yang Bereputasi” yang dilaksanakan secara daring melalui zoom. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mencetak generasi muda NU yang kompeten dalam bidang kepenulisan, khususnya penulisan artikel dan berita pada media cyber sebagai media dakwah untuk menebarkan konten yang positif.
Pimpinan redaksi Media Santri NU, Muhammad Fathurrozaq menjelaskan bahwa webinar kepenulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya tajdidul baiat kader NU pada masa sekarang. “Karena teringat dari tajdidul baiat kader, dimana pada saat itu kader-kader NU saling berkontribusi di Pantai Bohai Probolinggo. Pada saat itu Abah Yai Marzuki Mustamar mengatakan bahwa tajdidul baiat kader NU pada saat ini salah satunya dengan bergerak di bidang media. Adanya media santri NU adalah salah satu jawaban supaya kader muda NU dapat mengkhidmahkan diri melalui media cyber”.
Dalam kegiatan ini, tim Media Santri NU mendatangkan Yatimul Ainun selaku Pimpinan Redaksi Times Indonesia sebagai pemateri. Acara ini dipimpin oleh Putri Nahdliyah Ayu Khumaidah dan di moderatori oleh Fani Azfar, yang mana keduanya merupakan tim Media Santri NU.
Yatimul Ainun selaku pemateri pada webinar kali ini mejelaskan bahwa tidak banyak generasi yang memahami perkembangan digitalisasi sehingga pesan yang tersampaikan ke publik sangat minim. Hal ini dikarenakan tidak banyak yang memahami secara utuh metode bagaimana pengirimannya dan konten apa saja yang dapat diterima. “ Penting kiranya kita belajar persoalan digitalisasi dan teknik memahami warganet atau netizen agar pesan layak dibaca dan dapat diterima dengan baik”, tegasnya.
“Karya terbaik adalah karya yang selesai dan dibaca oleh publik. Namun, sebelum pesan tersebut tersampaikan ke publik harus melalui proses konfirmasi dan klarifikasi untuk menguji kebenaran informasi yang disampaikan”, imbuhnya.
Harapan dari terselenggaranya kegiatan ini semoga menjadi titik awal bagi kita sebagai kader NU, terutama peserta yang ikut agar dapat mengkhidmahkan diri, berkontribusi melalui media baik media cetak maupun media virtual. “Semoga seluruh peserta webinar dapat terus berkhidmah supaya ke depannya bisa saling bersinergi untuk terus berlomba-lomba dalam menyebarkan kebaikan melalui media”, kata Muhammad fathurrozaq selaku pimpinan redaksi Media Santri NU.
Peserta juga berharap, dengan adanya webinar kepenulisan ini bisa lebih memahami cara menulis dengan baik dan benar.
Puluhan generasi muda Nahdlatul Ulama dari pelbagai penjuru Indonesia sangat antusias mengikuti webinar kepenulisan yang digelar Tim Media Santri NU pada hari Minggu, 19 September 2021. Peserta yang mendaftar cukup banyak, melebihi target, yaitu sebanyak 176 peserta yang tidak hanya datang dari Kota Malang bahkan ada yang dari luar pulau.
Kegiatan ini mengambil tema “Kupas Tuntas Strategi Penulisan Artikel & Berita dalam Website yang Bereputasi” yang dilaksanakan secara daring melalui zoom. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mencetak generasi muda NU yang kompeten dalam bidang kepenulisan, khususnya penulisan artikel dan berita pada media cyber sebagai media dakwah untuk menebarkan konten yang positif.
Pimpinan redaksi Media Santri NU, Muhammad Fathurrozaq menjelaskan bahwa webinar kepenulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya tajdidul baiat kader NU pada masa sekarang. “Karena teringat dari tajdidul baiat kader, dimana pada saat itu kader-kader NU saling berkontribusi di pantai bohai Probolinggo. Pada saat itu Abah Yai Marzuki Mustamar mengatakan bahwa tajdidul baiat kader NU pada saat ini salah satunya dengan bergerak di bidang media. Adanya media santri NU adalah salah satu jawaban supaya kader muda NU dapat mengkhidmahkan diri melalui media cyber”.
Dalam kegiatan ini, tim Media Santri NU mendatangkan Yatimul Ainun selaku Pimpinan Redaksi Times Indonesia sebagai pemateri. Acara ini dipimpin oleh Putri Nahdliyah Ayu Khumaidah dan di moderatori oleh Fani Afzar, yang mana keduanya merupakan tim Media Santri NU.
Yatimul Ainun selaku pemateri pada webinar kali ini mejelaskan bahwa tidak banyak generasi yang memahami perkembangan digitalisasi sehingga pesan yang tersampaikan ke publik sangat minim. Hal ini dikarenakan tidak banyak yang memahami secara utuh metode bagaimana pengirimannya dan konten apa saja yang dapat diterima. “ Penting kiranya kita belajar persoalan digitalisasi dan teknik memahami warganet atau netizen agar pesan layak dibaca dan dapat diterima dengan baik”, tegasnya.
“Karya terbaik adalah karya yang selesai dan dibaca oleh publik. Namun, sebelum pesan tersebut tersampaikan ke publik harus melalui proses konfirmasi dan klarifikasi untuk menguji kebenaran informasi yang disampaikan”, imbuhnya.
Harapan dari terselenggaranya kegiatan ini semoga menjadi titik awal bagi kita sebagai kader NU, terutama peserta yang ikut agar dapat mengkhidmahkan diri, berkontribusi melalui media baik media cetak maupun media virtual. “Semoga seluruh peserta webinar dapat terus berkhidmah supaya ke depannya bisa saling bersinergi untuk terus berlomba-lomba dalam menyebarkan kebaikan melalui media”, kata Muhammad fathurrozaq selaku pimpinan redaksi Media Santri NU.
Peserta juga berharap, dengan adanya webinar kepenulisan ini bisa lebih memahami cara menulis dengan baik dan benar.



