Tuhan selaku pencipta langit dan bumi senantiasa memunculkan berbagai ilmu dan fenomena alam melalui pemikiran manusia. Seperti pada era modern saat ini, Tuhan memberikan pemikiran yang luar biasa kepada manusia sehingga bisa menciptakan teknologi Artificial Intelligence.
Selain itu, Tuhan telah memunculkan para ahli mantiq atau logika seperti Aristoteles yang ilmunya berkembang pesat di masa Bani Umayyah.
Ilmu Mantiq
Ilmu Mantiq termasuk ilmu yang memiliki kaitan erat dengan logika. Disiplin ilmu tersebut juga bisa menjadikan pemikiran manusia ke titik pencerahan kebenaran. Ilmu Mantiq sebenarnya memiliki berbagai macam arti. Adapun menurut pendapatnya Aristoteles, ilmu Mantiq adalah ilmu yang digunakan untuk menganalisis suatu perkara yang benar atau salah.
Artificial Intelligence
Artificial Intelligence merupakan fenomena teknologi yang tenagh marak di era modern saat ini. AI sendiri merupakan kecerdasan buatan yang bisa membantu pekerjaan manusia. Menurut John McCarthy selaku Bapak Arficial Intelligence, AI merupakan ilmu yang tujuannya untuk menjadikan mesin semakin berkembang dan seakan mereka itu cerdas.
Kecerdasan yang dikandung oleh AI terletak pada pemograman komputer. Artificial Intelligence juga memiliki berbagai macam jenis seperti ChatGpt, deeptools, dan lain sebagainya.
Pengaruhnya terjadap generasi millenial via surah Ar Ra’ad ayat 11
Saat ini, pemuda Indonesia khususnya mahasiswa lebih itensif mengerjakan tugas kuliah dengan menggunakan teknologi Artificial Intelligence. Idealnya, AI bisa menjadikan sesuatu menjadi lebih efisien.
Akantetapi realitanya, kebanyakan para mahasiswa menyalahgunakan penggunaan AI seperti aplikasi Chatgpt dan sejenisnya guna mencari jawaban secara instan dari tugas kuliah yang telah diberikan di kampus.
Sikap seperti itu tidak dapat dibiarkan terus menerus. Akantetapi fenomena tersebut bisa ditanggulangi dengan memahami Ilmu Mantiq. Hal ini dikarenakan ilmu Mantiq memiliki pengaruh terhadap pemikiran manusia yang nantinya akan berpikir lebih luas terkait dampak positif atau negatifnya suatu perbuatan.
Baca juga: Memahami Pernyataan Gus Menag Melalui Kacamata Ilmu Mantiq
QS. Ar Ra’d ayat 11
Dengan berfikir kritis, seseorang akan dapat meminimalisir supaya tidak terjadi hal negatif yang ada di dalam dirinya. Hal negatif tersebut juga bisa dirubah menjadi perkara positif sebagaimana yang tertera dalam QS. Ar Ra’d ayat 11
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Artinya: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Terdapat penjelasan pada kalimat tersebut bahwa Tuhan tidakakan merubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak berusaha untuk merubahnya sendiri. Jadi, semua sikap negatif yang tertanam pada diri manusia bisa ditanggulangi menjadi hal positif jika benar-benar berniat untuk merubahnyah.
Sama seperti fenomena seseorang yang malas untuk bekerja, hingga seseorang tersebut menyandang predikat pengangguran. Ia bisa merubah nasibnya sendiri menjadi seorang pengusaha (misalnya), jika sedari awal tidak bermalas-malasan maupun berperilaku yang serba instan saja.
Baca juga: Tafsir al-Munir: Mengungkap konsep munasabah pemikiran Wahbah Az-Zuhaili
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa walaupun pada era modern saat ini ramai isu bahwa Artificial Intelligence akan menggantikan pekerjaan manusia di beberapa tahun kedepan, akantetapi tidak dapat dipungkiri bahwa secerdas-cerdasnya teknologi pada hakikatnya masih lebih unggul kecerdasan yang dimiliki oleh manusia.
Hal ini dikarenakan manusia memiliki akal yang dikaruniai oleh Tuhan untuk berfikir secara jernih yang kemudian bisa diarahkan untuk mengatasi berbagai permasalahan kehidupan.
Penulis: Nurul Aini
Editor: Fani Azfar



