ArtikelOpini

Peran Pemuda dalam Menghadapi Penghujung Zaman

Penulis: Eva Nurfadhilah | Editor: Alifa Zainar Naasha

Seperti yang sudah kita ketahui, di penghujung zaman ini, banyak tersebar isu mengenai tanda-tanda kiamat. Tanda-tanda tersebut seperti maksiat yang mulai terang-terangan, bencana yang banyak terjadi, serta keberadaan wanita yang lebih banyak dari laki-laki. Namun, sejatinya kita tidak pernah tahu kapan kiamat itu terjadi.

Seperti dalam firman Allah dalam Quran surat Al-Lukman ayat 33:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْر

”Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.”

Cara untuk Menghadapi Tantangan Zaman

Derasnya arus globalisasi yang diiringi dengan kemajuan teknologi dapat membawa pada dampak positif, di mana segalanya bisa diakses melalui internet. Namun, kemudahan akses tersebut juga memiliki dampak negatif, seperti munculnya informasi-informasi yang belum jelas keabsahannya. Sebagai generasi muda, sudah sepatutnya kita membentengi diri untuk menghadapi tantangan di penghujung zaman. Di antara hal yang dapat kita lakukan adalah:

1. Membentengi diri dengan ilmu agama

Kita diciptakan oleh Allah sebagai makhluk paling sempurna, dengan akal dan pikiran sebagai pembeda dari makhluk lainnya, yang seharusnya dipergunakan untuk menuntut ilmu. Allah telah memberikan petunjuk kepada umat manusia melalui Al-Quran yang diturunkan untuk membimbing menusia ke jalan yang benar. Dengan mendalami Al-Quran serta ilmu agama kita dapat menjaga diri dan terhindar dari hal-hal negatif.

Baca juga: Menghidupkan Etika Politik Gus Dur

2. Selektif dalam menghadapi kemajuan zaman

Dewasa ini pergaulan remaja cenderung semakin bebas hingga menjadikan tidak adanya sekat di antara lawan jenis. Kemudahan komunikasi menjadi salah satu penyebabnya. Tidak dipungkiri, tetap ada sisi baik dari kemudahan komunikasi tersebut, ialah dapat membangun kolaborasi yang bermanfaat tanpa membedakan lawan jenis. Hanya saja, kita patut bijak dalam menghadapi dampak kemajuan zaman yang ada.

3. Mengisi waktu dengan hal yang positif

Tujuannya adalah agar tidak ada waktu untuk melakukan hal negatif. Misalnya, kita aktif mengikuti kajian yang berhaluan aswaja, organisasi, atau pelatihan-pelatihan yang menunjang hobi kita. Hal ini akan membentuk lingkungan pergaulan yang otomatis akan positif juga.

4. Bangun kepekaan sosial mulai dari diri sendiri

Seperti kata pepatah “sedikit-sedikit menjadi bukit”, saat kita menginginkan perubahan besar maka mulailah dari hal yang kecil, yaitu diri sendiri. Hal ini berkaitan dengan adab kita di lingkungan masyarakat, bagaimana kita memperlakukan orang tua, teman, guru serta orang lain dengan baik dan santun.

Baca juga: Konsep Penciptaan Perempuan Pertama dalam Al-Qur’an

Kesimpulannya, untuk menghadapi kemajuan ilmu pegetahuan dan teknologi di penghujung zaman ini, butuh komitmen dan kesungguhan dari para generasi muda. Jika ingin mewujudkan generasi yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia, kita tidak perlu mengikuti budaya lain, cukup bertindak sesuai dengan jati diri kita, yaitu Islam.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *