
PKPT UIN MALANG
Pewarta: Ayu Setya Ningsih I Editor: Putri Nahdliyah Ayu Khumaidah
Pelajar putra dan putri Nahdlatul Ulama dari berbagai kampus kota di Malang sukses mengikuti webinar Pra-Lakmud oleh PKPT IPNU-IPPNU UIN Malang pada hari Minggu, 20 Maret 2022. Tema kegiatan kali ini yaitu “Optimalisasi kader: Pelajar NU Bangkit! Menuju Kader yang Aktif, Kritis, dan Analitis” bersama Gus Ach. Dhofir Zuhry, S. Sos, M. Fil (Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen Malang).
Kegiatan ini berlangsung secara daring dengan media zoom meeting. Webinar Pra-Lakmud bertujuan sebagai pembekalan rekan rekanita menuju Lakmud 2022, agar nantinya dalam kegiatan Lakmud para peserta memiliki gambaran mengenai taggungjawab seorang kader. Di era kontemporer, kader IPNU-IPPNU seperti ibarat ahli mobil yang mula-mula tidak mengerti masalah mobil. Akan tetapi, belajar dengan pelan tapi pasti mereka dapat mengetahui dan paham mengenai seluk-beluk mobil hingga bisa memperbaikinya.
Baca juga: Toa, Azan, dan Penistaan dalam Prespektif Ulama Berdasarkan Hasil Bahtsul Masail PCNU Jember
Optimalisasi kader IPNU-IPPNU
Kader harus siap mengemban tugas yang sudah ada amanah di dalamnya. Di samping itu, harus bisa berpikir kritis dalam menghadapi berbagai problem di era globalisasi yang mana, banyak hoax dengan mudahnya tersebar. Gus Dhofir menjelaskan bahwa berpikir kritis dimulai sejak abad ke-18 atau pra masehi fase para ilmuwan. Cara berpikir kritis terus berkembang dari berpikir kritis, analitik hingga kontinental. Tidak cukup hanya dalam pikiran, namun juga kader harus bisa allama bil qalam. Melalui hal tersebut mampu membagi pemikiran kritisnya. Karena tulisan merupakan endapan dari apa yang kita baca dan pikir dan kader juga ‘allama insana malam ya’lam.
Setelah terlatih berpikir kritis, kader dituntut bagaimana bisa menganalisis. Sebagai bekal dari analisisis, kader membutuhkan ilmu karena untuk menyampaikan ilmu kita perlu berilmu dengan landasan keimanan dan akhlak. Untuk mendapat kesimpulan yang benar dalam analisis kita perlu belajar secara kontinuitas.
Berpikir kritis dan analitis akan membawa maslahat jika seorang kader mampu bergerak aktif. Beliau dawuh bahwa kita harus mau menjemput bola. Perlu adanya keseimbangan umum dan tasawuf dalam belajar.
Harapan
Dengan digelarnya webinar ini semoga bisa menjadi bekal calon kader IPNU-IPPNU menuju kader yang berpikir kritis, analitis, dan aktif. Sekaligus diharapan agar calon kader mampu dalam menyeimbangkan antara persoalan dunia dan akhirat. Sehingga output dari webinar ini bisa mengintegrasikan ilmu, iman, dan khlak dalam diri kader.



