Rasulullah pun Membatalkan Informasi Waktu Pasti Turunnya Malam Lailatul Qadar


Ramadhan tahun ini telah memasuki sepuluh malam terakhir, pertanda bahwa Ramadhan akan berakhir. Apa saja yang telah kita tempuh dari malam pertama hingga saat ini? Jangan sampai kita melewatkan begitu saja dengan perkara–perkara duniawi yang bersifat fana’, apalagi pada sepuluh malam terakhir ini yang mana Allah Swt. akan memberikan pembebasan dari api neraka.
Sumber Informasi Lailatul Qadar
Banyak sumber-sumber dalam riwayat hadis yang menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar akan turun pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Ada juga riwayat yang menyebutkan pada tujuh malam terkahir bulan Ramadhan. Bahkan ada yang memperinci pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir.
Di samping itu, bisa jadi malam Lailatul Qadar jatuh di luar sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Hal itu didasarkan pada QS. Al-Qodr ayat 1. Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an turun pada malam Lailatul Qadar. Al-Qur’an turun pada tanggal 17 Ramadhan. Padahal, beberapa riwayat mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar turun pada sepuluh malam terakahir.
Terkait kontradiksi mengenai informasi turunnya Lailatul Qadar sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, membuktikan bahwa waktu pasti datangnya Lailatul Qadar tidak ada yang mengetahui, kecuali Tuhan penguasa alam semesta. Namun, sebenarnya Rasulullah sendiri hampir memberikan bocoran terkait waktu pasti datangnya Lailatul Qadar, tetapi tidak jadi. Mengapa Rasulullah tidak jadi mengabarkan?
Hal itu terkait dengan hadis Bukhori nomor 1883 berikut ini,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ حَدَّثَنَا أَنَسٌ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُخْبِرَنَا بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ فَتَلَاحَى رَجُلَانِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَقَالَ خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ فَتَلَاحَى فُلَانٌ وَفُلَانٌ فَرُفِعَتْ وَعَسَى أَنْ يَكُونَ خَيْرًا لَكُمْ فَالْتَمِسُوهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ
Artinya : …. Nabi keluar untuk memberitahukan kami tentang Lailatul Qadar. Tiba-tiba ada dua orang dari Kaum Muslimin yang tengah berdebat. Akhirnya Beliau berkata: “Aku datang untuk memberitahukan kalian tentang waktu terjadinya Lailatul Qadar, tetapi fulan dan fulan tengah berdebat sehingga kepastian waktunya diangkat. Namun, semoga kejadian ini menjadi kebaikan buat kalian, maka carilah pada malam yang kesembilan, ketujuh dan kelima.”
Sebab Musabab Lailatul Qadar Diangkat
Jadi, Nabi tidak jadi membocorkan waktu pasti tibanya Lailatul Qadar, karena terjadi keributan antara dua sahabat yang saat itu berada dalam Masjid Nabawi yang bersebelahan dengan ndalemnya Rasulullah. Sehingga, Allah pun mengangkat informasi mengenai datangnya Lailatul Qadar. Dalam redaksi lain, Rasulullah menjadi lupa akan hal itu.
Adapun keributan yang terjadi antara kedua sahabat tadi mengenai persoalan hutang piutang, dimana antara keduanya saling mengklaim bahwa dirinyalah yang benar. Bahkan, perdebatan antara keduanya sampai mengeraskan suara, padahal Rasulullah sendiri berada di tempat yang sama. Hal itu menyalahi tata krama yang seharusnya merendahkan suara di depan Rasulullah, ditambah lagi peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadhan.
Meskipun peristiwa tersebut dianggap kurang baik, tentunya kita memperoleh hikmah dari peristiwa tersebut. Salah satunya, kita tidak pilih-memilih hari dalam melaksanakan ibadah dalam rangka memburu Lailatul Qadar. Orang menjadi beramai-ramai dalam menunaikan ibadah guna memburu Lailatul Qadar sehingga Islam pun mampu menunjukkan syiarnya.
Penulis: Fani Azfar
Editor: RH. Ula



