Terkadang reranting akan jatuh bersama dedaunan
Menindih daun yang layu dan lusuh
Mereka akan tumbuh ketika aku terluka
Menenggelamkan diriku dalam lilitan resah
Menolongku disaat mereka butuh
Baca Juga: Tunggu Kami, Bunda
Akan tetapi, apakah Tuhan rela aku menderita?
“tidak. Ini skenario Tuhan, Nak!”
Akh.. untung ilusi datang menampar realita
Menggambar tubuhku dengan sebilah kapak rapuh
Membekukan bait-bait kata terkutuk
Yang berdiam dalam diri yang busuk
Apakah tuhan memaafkanku, Ibu?
Tuhan turunkanlah hujan
Bakarlah dedaunan layu
Agar tanah menjadi ladang yang subur
Dan lupa akan dosa yang kutabur
Baca Juga: Puisi-Puisi karya Ahmad Zaini tentang Santri


