
Mana yang lebih megah daripada kubah kesabaran
Dipenuhinya tiap-tiap kosong dengan kesederhanaan
Menggubah pesakitan menjadi kidung kelegaan
Disusurnya lapis-lapis duka tanpa keluhan
Ini tak akan lama, katanya
Menolak ingat pada siksa sang nestapa
Membelai lembut luka-luka yang terbuka
Menimang berat yang sudah tak terasa
Dibalasnya tikaman pisau dengan senyuman
Diterimanya remah roti serupa bongkah keberkahan
Tiada tanding bagi kubah kesabaran
Merakit jalan santun menuju Tuhan
Penulis: Nayla Rifana Faza Adhiba
Baca juga: Ilmu dari Jakarta, Sanad Kajian Tafsir Al-Jalalain,



