InspirasiKalam Hikmah

Ketika Tuhan Ingin Bercengkerama dengan Hamba-Nya Lebih Lama

Penulis: Dina surya Mega/Editor: Putri Nahdliyah Ayu Khumaidah

Setiap hamba pasti memiliki keinginan agar menjadi kenyataan. Maka dari itu, kita butuh pertolongan Allah SWT melalui panjatan doa.

Apa itu do’a?

Doa adalah jembatan komunikasi antara hamba dan Tuhan-Nya. Doa juga sebagai wujud penyadaran diri manusia tentang keberadaan penciptanya. Sebagai umat muslim dan hamba Allah, tugas kita adalah untuk berdo’a sebagaimana dalam Al-Qur’an yang artinya,

“Dan Tuhanmu berfirman, berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina.” (QS Al Mukmin: 60).

baca juga: Klarifikasi Ketua PWNU Jawa Timur terkait Polemik Muktamar 34

Dalam ayat lain ditegaskan,

“Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al Baqarah: 186).

Dua ayat di atas dengan tegas menyuruh kita untuk senantiasa memanjatkan doa untuk semua kebutuhan, baik di dunia dan terlebih lagi untuk kehidupan di akhirat.

Dalam kata lain, orang yang tidak pernah atau jarang berdoa adalah orang yang sombong karena mereka tidak butuh Allah. Mereka merasa bisa melakukan apa saja yang ia mau,tanpa merasa itu dari Allah.

Namun persoalannya, ketika kita berdo’a dan tak kunjung Allah mengkabulkan, seringkali kita overthingking dan bertanya-tanya kenapa doa kita seperti tak sampai. Padahal berbagai macam ikhtiar sudah kita lakukan. Sehingga munculah perasaan putus asa hingga akhirnya kita berhenti berdoa.

baca juga: Doa yang Paling Penting untuk Dimohonkan kepada Allah

Memang tidak semua doa itu langsung Allah ijabah. Bisa jadi tertunda atau ganti menjadi dengan yang lebih baik. Allah tidak langsung memenuhi doa kita karena Allah masih senang mendengar bisikan doa kita, Allah ingin bercengkerama dengan hamba-Nya, melihat hambanya lebih gigih lagi dan lebih dekat lagi dengan diri-Nya.

Yang patut kita khawatirkan sebagai umat muslim adalah tentang bagaimana ketika kita sudah jauh dengan hidayah yakni untuk berdo’a kepada-Nya.

Semoga bermanfaat untuk pembaca. Tulisan ini bentuk muhasabah dan menjadi pengingat dan penyemangat diri untuk terus berdo’a.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *