InspirasiRedaksiTokoh

Strategi Dakwah Sunan Kudus: Menghormati Tradisi Lokal dengan Menggunakan Sapi

Sunan Kudus merupakan salah satu Wali Songo yang menjadikan “sapi” sebagai alat dakwahnya. Ia  mengakulturasikan budaya Hindu-Budha yang sudah ada dengan ajaran Islam. Hal ini tidak lain dilakukan sebagai metode untuk mengenalkan Islam menjadi agama yang damai dan dapat diterima oleh agama lain.

Pusat Dakwah Sunan Kudus

Pusat dakwah beliau adalah di Kudus, Jawa Tengah, dengan masyarakat kala itu mayoritas beragama Hindu-Budha. Sunan Kudus mengetahui bahwa umat Budha merupakan hewan yang mereka anggap suci. Oleh karena itu, Ia menggunakan sapi sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam di Kudus.

Baca juga: Menara ‘Tetenger’ Strategi Dakwah Sunan Kudus yang Sejuk

Dakwah menggunakan sapi ini dilakukan oleh Sunan Kudus dengan cara berdakwah sembari membawa sapinya yang bernama Kebo Gumarang di halaman masjid. Kemudian Ia akan memulai dakwahnya ketika masayarakat mulai berkumpul untuk melihat karena rasa penasaran terhadap apa yang akan dilakukan oleh Sunan Kudus.

Metode Dakwah yang Khas

Sunan Kudus menyampaikan kepada masyarakat agar jangan pernah untuk menyembelih sapi baik untuk berqurban atau hanya disembelih untuk dimakan. Ia berkata bahwa Ia pernah ditolong oleh seekor sapi semasa kecilnya ketika Ia tersesat di hutan.

Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri Sunan Kudus di  kalangan masyarakat Kudus pada saat itu. Sehingga menjadikan banyak masyarakat, terutama di Kudus berbondong-bondong untuk memeluk agama Islam. Melalui dakwahnya, Sunan Kudus menunjukkan bahwa Islam dapat mengaliri “nafas kebijaksanaan” masyarakat setempat.

Baca juga: Sonjo: Kunci Perdamaian dalam Keberagaman

Penulis: Rosyida El Izza

Editor: Bella Fadhilatus Sanah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *