DaerahEssay

Sonjo: Kunci Perdamaian dalam Keberagaman

Banyaknya pulau yang ada dan letaknya yang terpisah-pisah, menjadikan Indonesia kaya akan perbedaan dan keberagaman. Apalagi sebagai sebuah negara kepulauan yang memiliki beratus suku dan enam agama yang berbeda, tentulah perbedaan itu merupakan sunnatullah dan suatu hal yang realistis.

Perbedaan dan keberagaman inilah yang menjadikan Indonesia menjadi suatu negara yang unik dan indah di mata dunia. Namun dengan banyaknya perbedaan yang ada, mampukah Indonesia menjaga perdamaiannya?

Perdamaian dalam Islam

Sejak dulu, Islam sendiri juga telah mengajarkan hidup rukun sesama manusia. Hal ini dapat dilihat dari konstitusi Madinah al-Munawaroh,  ketika Nabi Muhammad SAW menjadi kepala negara, beliau bukan hanya menjamin keselamatan penduduk muslim, namun juga mereka yang non-muslim.

Dari sini kita dapat mengetahui bahwa Islam mengajarkan perdamaian bukan hanya pada sesama muslim, namun kepada mereka juga yang non-muslim, karena Islam sejatinya adalah agama yang mencintai kedamaian.

baca juga: Prinsip Frugal Living atau Hidup Sederhana dalam Pandangan Islam

Perdamaian ini dapat di capai salah satunya dengan adanya rasa persaudaraan. Islam mengenal bukan hanya persaudaraan sesama muslim (Ukhuwah Islamiyah), namun juga persaudaraan sesama warga negara yaitu Ukhuwah Watthaniyah.

Karena dengan adanya rasa persaudaraan maka akan timbul rasa saling memiliki dan menyayangi. Hal ini seperti halnya anggota badan manusia. Bila salah satunya merasakan sakit, maka seluruh badan ikut merasakan sakitnya.

Namun terkadang realita tidak sesuai dengan rencana dan harapan. Karena nyatanya, sampai saat ini masih banyak konflik dan perseteruan yang mengatas namakan perbedaan.

Namun tentunya terdapat usaha yang bisa kita lakukan seperti dengan terus berbuat baik untuk tetap menyalakan api perdamaian, sesuai dengan ayat Allah berikut:

Artinya: “sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. An-Nisa : 36)

Dari beberapa kalangan yang disebutkan dalam ayat tersebut, beberapa diantaranya ialah keluarga dan tetangga, baik yang jauh maupun yang dekat. Hal ini berarti, bahwa penting untuk bersikap baik dan menjaga kerukunan dengan mereka.

Kearifan Lokal Sonjo dan Perannya dalam Perdamaian Masyarakat

Salah satu kegiatan yang dapat mempererat tali persaudaraan adalah berkunjung ke rumah kerabat atau tetangga dalam rangka menjalin tali silaturahmi yang juga dikenal dengan tradisi Sonjo. Tradisi ini merupakan kearifan lokal yang erat kaitannya dengan masyarakat Jawa.

baca juga: Rasionalitas Al-Quran Mengguncang Hati Pemimpin Kafir Quraisy

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Sonjo merupakan bahasa jawa yang berarti berkunjung atau bertamu ini adalah suatu tradisi dan kearifan lokal  dalam wujud perilaku sosial.

Dengan Sonjo, masyarakat yang berhubungan baik akan menghasilkan suasana yang harmonis,dan rukun sehingga terciptalah perdamaian. Mereka saling menolong, memiliki rasa toleransi dan persatuan yang kuat, kekeluargaan dan rasa saling memiliki.

Dengan adanya persatuan dan rasa saling memiliki  tersebut, maka api perpecahan tidak semudah itu tersulut hanya dengan perbedaan suku, agama, maupun budaya.

Penulis: Izza Aulia Anwar

Editor  : Ahmad AY

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *