Memasuki era digital ini pasti tidak asing dengan istilah Gen Z atau generasi yang lahir pada rentang tahun 1997 sampai 2012. Gen Z saat ini telah memasuki puncaknya dalam era digital, dimana mereka hidup dalam kemajuan teknologi yang pesat.
Sekilas Mengenai Modernitas di Kalangan Gen Z
Munculnya internet, media sosial, dan kemajuan teknologi lainnya ternyata berdampak gaya hidup, pola pikir, bahkan cara mereka berinteraksi. kemajuan di era digital saat ini memanglah memiliki dampak yang positif, akan tetapi di balik dampak positif itu, terdapat dampak negatif yang besar yang mengancam spiritual dan akhlak dalam generasi ini.
Dalam sudut pandang islam sendiri fenomena modernitas saat ini memang tidak bisa kita hindari sepenuhnya, namun diperlukan prinsip yang menjadi pembatas agar tetap memegang teguh dalam kaidah islam di tengah kemajuan zaman saat ini. Seperti dalam firman Allah SWT. dalam QS. Al-Hadid (57:20):
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.” QS. Al-Hadid (57:20).
baca juga: Prinsip Islam untuk Melepas Kecemasan FoMO
Tantangan Gen Z di Era Modern
Di antara kemajuan digital saat ini, terdapat beberapa tantangan Gen Z saat ini, diantaranya:
1. Krisis Identitas dan Nilai Keislaman
Di dalam era modern ini dengan berbagai kemajuan teknologi menyebabkan penyebaran informasi yang begitu pesat. Akibatnya banyak budaya barat yang sudah menyebar dan mempengaruhi nilai-nilai keislaman yang ada. Seperti gaya hidup yang hedonis dan memamerkannya di media sosial. Hal tersebut membuat banyak anak muda yang terlena dan melupakan tujuan hidup didunia yang sebenarnya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ بَعْدِيْ مَا يُفْتَحُ عَلَيْكُمْ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا وَزِيْنَتِهَا
“Sesungguhnnya di antara yang aku khawatirkan atas kamu sekalian sepeninggalku nanti adalah terbukanya lebar-lebar kemewahan dan keindahan dunia.” (HR. Muslim)
2. Ketergantungan Teknologi dan Media Sosial
Siapa yang tidak tahu media sosial? Media sosial merupakan salah satu bentuk kemajuan teknolgi informasi saat ini. Banyak hal yang dapat dicari dimedia sosial. Generasi z yang hidup di era modern ini menjadi kecanduan dan lebih mementingkan kehidupan virtualnya dibandingkan dunia nyata. Sehingga waktu mereka hanya habis untung scroll media sosial dan tidak jarang mengesampingkan perihal ibadah dan kegiatan bermanfaat lainnya. Dalam QS. Al-Mu’minun (23:1-2), Allah berfirman:
قَدۡ اَفۡلَحَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَۙ ١ الَّذِيۡنَ هُمۡ فِىۡ صَلَاتِهِمۡ خَاشِعُوۡنَ ۙ ٢
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.”
Fenomena media sosial membuat candu untuk selalu online dan terfokus mata pada notifikasi media sosial, sehingga dalam sulit untuk khusyuk dan mencapai ketenangan saat beribadah.
3. Norma dan Nilai Moral Semakin Menipis
Perubahan dalam norma dan nilai moral merupakan salah satu efek dari adanya modernitas saat ini. Gaya hidup bebas, pergaulan yang tidak sehat, hingga seks di luar nikah sudah marak terjadi. Keadaan yang jauh dari nilai norma dan moral masyarakat, serta agama yang seakan hilang ditelan zaman.
Efek dari modernitas saat ini telah membawa banyak perubahan begitu pun dengan norma dan nilai moral yang ada. Seperti yang kita tahu, di negara kita menganut norma dan nilai moral yang cukup kental. Seperti kesopanan, kesederhanaan, dan juga dalam hal berpakaian yang masi dipegang teguh oleh Masyarakat khususnya umat islam. Dalam suatu hadist Rasulullah SAW telah memperingatkan:
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
“Sungguh akan ada sekelompok umatku yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari).
Dalam fenomena modernitas saat ini tentu menimbulkan hal positif dengan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia saat ini. Dengan kemudahan teknologi dan informasinya sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Islam mengajarkan keseimbangan. Segala sesuatu yang berlebihan, meskipun pada awalnya bermanfaat, dapat berubah menjadi mudarat.
baca juga: Ibnu Sina: Keseimbangan Mental dan Humor Pada Tubuh Manusia
Solusi dan Langkah-langkah untuk Menghadapi Bahaya Modernitas
Agar dapat terhindar dari bahaya modernitas Gen Z saat ini, perlu memperhatikan beberapa hal diantaranya:
1. Memperkuat Keimanan dan Ketakwaan
Kunci utama untuk menghadapi segala godaan dunia adalah memperkuat iman dan takwa kepada Allah. Dalam QS. Al-Ankabut (29:69). Allah berfirman:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَࣖ
“Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” Dengan iman yang kuat, seseorang akan lebih bijak dalam menyaring apa yang baik dan buruk bagi dirinya.
2. Memanfaatkan Teknologi untuk Kebaikan
Dengan adanya kemajuan teknologi, Gen Z dapat memanfaatkan teknolgi tersebut untuk hal yang positif seperti berdakwah di media sosial, mengikuti kajian islam online, dan lain sebagainya guna terhindar dari bahaya modernitas saat ini. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad).
3. Membatasi Diri dari Media Sosial
Dengan membatasi diri di media sosial, dapat membantu Gen Z lebih fokus pada hal yang lebih penting, seperti beribadah, belajar dan tidak hanya terfokus pada media sosial saja yang kurang bermanfaat. Seperti yang disebutkan dalam QS. Al-‘Asr (103:1-3) “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh”. Menggunakan waktu dengan bijak merupakan kunci agar terhindar dari kerugian dunia dan akhirat.
4. Membangun Lingkungan yang Islami
Lingkungan pergaulan juga sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Pentingnya memilih teman yang mengajak pada kebaikan, dan mengedepankan nilai-nilai islam dapat membuat gen Z tetap menjalani kehidupan sesuai syariat islam dan terhindar dari bahaya modernitas. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Dalam era modernitas ini, kita dimanjakan dalam kemajuan dan kemudahan dalam hidup, teknologi dan informasinya. Namun, sebagai seorang muslim hendaknya kita dapat bijak dalam memanfaatkannya dan tidak terlena dan terjerumus dalam kemajuan itu sendiri sehingga melupakan nilai-nilai dalam moral dan agama. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Qashash (28:77):
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
“Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam menjalani kehidupan modern, Gen Z dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Semoga kita semua, khususnya generasi muda, senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT.
Penulis: Siti Ainun Musyarofah
Editor : Ahmad AY



