Senyum di Wajah, Luka di Hati: Buat Kamu yang Lagi Berjuang Sendirian

Pernah nggak sih kamu ngerasa capek banget, tapi tetap pasang senyum kayak nggak ada apa-apa? Di depan orang lain kamu terlihat ceria, jadi tempat curhat, jadi penghibur, jadi penyemangat. Tapi pas sendirian? Kamu diam. Mungkin sesekali menangis, atau malah nggak bisa menangis sama sekali. Hanya bisa menghela napas panjang, lalu berkata dalam hati, “AKU BAIK-BAIK SAJA…”
Padahal tidak.
Jujur aja, itu capek. Tapi kamu tetap bertahan. Dan itu luar biasa.
Kadang kita memilih diam karena nggak ingin membebani orang lain. Atau karena kita sadar, gak semua orang bisa ngerti rasanya. Dan kadang, memang cuma Allah satu-satunya tempat kita bisa cerita tanpa takut dihakimi.
Baca juga: Santri, Boyong, dan Pilihan Hidup yang Tak Pernah Hitam Putih
Syekh Ibnu Athaillah pernah bilang dalam Al-Hikam:
“Jangan sampai kegundahanmu karena suatu hal yang telah dijamin oleh Allah mengganggu fokusmu terhadap sesuatu yang dituntut oleh-Nya darimu.”
Kita sering cemas dan memikirkan banyak hal sendiri tentang rezeki, masa depan, kebahagiaan. Tapi kita lupa, semua itu sudah Allah jamin. Yang penting kita terus melangkah, walau pelan. Tetap taat, walau sesekali lelah. Tetap percaya, walau belum melihat hasil.
Kamu nggak sendiri dalam rasa ini. Banyak orang juga sedang belajar menjadi kuat, sambil tetap tersenyum di tengah luka. Tapi ingat, kamu bukan manusia palsu hanya karena menyembunyikan kesedihan. Kamu cuma sedang belajar dewasa, belajar bijak, dan mungkin sedang mengamalkan sabar dalam bentuk paling diam: menahan diri dan tetap berjalan.
Baca juga: Sedih tanpa sebab dalam Islam
Imam Hasan Al-Bashri pernah berkata:
“Dunia itu hanya tiga hari: kemarin yang telah pergi dan tak akan kembali, besok yang belum tentu kamu dapatkan, dan hari ini, maka perbaikilah hari ini.”
Jadi kalau hari ini kamu sedang rapuh, tak mengapa. Pelan-pelan aja. Istirahat sebentar, lalu lanjut lagi. Menangis bukan tanda kamu lemah. Justru itu bukti kamu manusia. Dan Allah sayang banget sama hamba yang datang pada-Nya sambil berlinang air mata.
Ingat, setiap luka akan sembuh. Mungkin nggak sekarang. Tapi yakin deh, Allah nggak pernah meninggalkanmu, bahkan saat kamu ngerasa semua orang udah pergi.
Terus kuat, meski gak ada yang tahu kamu sedang berjuang. Terus sabar, meski gak ada yang memuji kesabaranmu. Karena di balik semua yang kamu sembunyikan, ada Allah yang Maha Melihat dan Maha Membalas.
Dan buat kamu yang sedang menahan luka dalam diam “Teruslah hidup, meski pelan. Teruslah melangkah, walau terseok. Karena bisa jadi, langkah kecilmu hari ini sedang dicatat langit sebagai perjuangan yang sangat besar”
Penulis: Mufit Suyuti



