Berdoa Bukan Untuk Dikabulkan tapi Bentuk Penghambaan
Penulis: Zanadia Manik Fatimah I Editor: Dina Surya Mega

Berdoa dianggap sebagai wujud dari peribadatan yang paling mendasar. Doa merupakan wujud untaian permintaan hamba kepada Tuhannya. Sebagai manusia sudah seyogyanya menguntai banyak harap hanya kepada Tuhan. Manusia seringnya meminta dengan harapan diterima dan kemudian dikabulkan inginnya.
Menurut saya doa sendiri jika ditelusuri lebih mendalam memiliki penjabaran yang lebih luas. Doa adalah suatu kegiatan yang menghubungkan antara makhluk dengan penciptanya. Doa adalah interaksi intim yang hanya diketahui hamba dan sang Maha Esa. Doa menjadi komunikasi paling mesra antara manusia dengan Tuhannya.
Baca Juga: Ketika Tuhan Ingin Bercengkerama dengan Hamba-Nya Lebih Lama
Meskipun sebagian manusia menjadikan “terkabul” adalah tujuan dari doa, tapi ternyata pemaknaannya lebih luas dari sekedar diwujudkan. Doa itu wujud penghambaan, wujud kita lemah, kita butuh Allah, kita ini makhluk. Jadi kita juga harus yakin bahwa tujuan doa itu bukan untuk dikabulkan tapi untuk penghambaan, untuk peribadatan. Bahkan gus baha’ pernah ngendikan bahwa “Yang paling penting dari doa itu adalah pengakuan bahwa kita lemah dan butuh Allah. Soal hajatmu terkabul atau tidak, itu tidak penting, Allah sudah tau. Kalau sudah gitu, baru berlaku kaidah, Doa adalah ruhnya ibadah”. Dari sini tergambar jelas bahwa apa-apa yang kita minta tidak harus terlaksana. Kita cukup percaya bahwa Allah menyajikan apa yang lebih indah dan lebih banyak manfaatnya dibandingkan apa yang kita minta. Allah wujudkan doa-doa kita dalam bentuk lain, bentuk yang lebih baik dari apa yang kita haturkan.
Kekecewaan karena doa yang mungkin tidak sesuai yang kita terima itu wajar. Tapi jangan sampai kekecewaan ini mengantarkan kita untuk menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, dan yang terburuk menyalahkan Tuhan. Jangan sampai kita menjadi hamba yang durhaka. Kita harusnya meyakini bahwa tidak terwujudnya doa itu adalah jalan terbaik untuk kita. Kita harus percaya bahwa usaha dan doa kita akan mengantarkan kita pada jalan terbaik menurut Allah bukan menurut kita.
Dengan doa yang kita haturkan jangan sampai “mendikte” Allah. Harusnya doa juga berisi pengagungan terhadap Tuhan. Tidak hanya meminta tapi memuji, mengingat dan menyebut nama-Nya yang mulia.
Saya pernah menyampaikan bahwa benar jika tujuan utama doa bukan untuk dikabulkan. Doa adalah perwujudan ibadah. Dikabulkan atau tidak adalah urusan Tuhan.
Doa itu wujud penghambaan, meskipun meminta tapi tidak memaksa.
Baja Juga: Kenapa Doa Itu Sangat Penting?


