KH. SHOLEH DARAT: PENGARANG KITAB BERBAHASA AL-JAWIYYAH AL-MERIKIYYAH (BAHASA JAWA PESISIRAN)

Syaikh Muhammad Sholeh ibn Umar Al Samarani atau lebih dikenal dengan KH. Sholeh Darat adalah seorang tokoh Ulama yang mahsyur pada akhir abad ke-19 M. Beliau lahir di Desa Kedung Cemplung Kecamatan Mayong-Jepara pada tahun 1820. Sejak kecil Beliau hidup dalam lingkungan keluarga yang religius. Ayahnya yaitu Kyai Umar adalah tokoh ulama di pesisir pantai Utara yang cukup berpengaruh terutama memasuki tahun 1825-1830 ketika terjadi Perang Jawa (Perang Diponegoro).
Setelah menimba ilmu dan berguru kepada ulama-ulama mahsyur baik yang ada di Nusantara maupun ketika di Mekkah, sekitar tahun 1870-an Beliau mendirikan Pondok Pesantren yang terletak di Darat (Desa Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara). Pesantren Darat ini diperkirakan menjadi Pondok Pesantren tertua kedua di Semarang setelah Pondok Pesantren Dondong Mangkang Wetan. Melalui Pondok Pesantren Darat tidak hanya melakukan dakwah Islam, tetapi juga Pendidikan Aqidah Islam yang mudah dipahami dan diterima oleh kalangan masyarakat saat itu.
Pendekatan Local Wisdom
Local Wisdom adalah pendekatan yang digunakan untuk mensyiarkan Islam dan mengedukasi masyarakat. Hal ini menjadi unik dan menjadi ciri khas tersendiri. Hasil karya-karya kitab ditulis dengan menggunakan huruf Arab berbahasa Jawa Pesisiran atau dikenal dengan Al-Lughah Al-Jawiyyah Al-Merikiyyah. KH.Sholeh Darat adalah satu-satunya ulama abad ke-19 M yang menulis kitab dengan bahasa Jawa setelah Kyai Rifa’I dari Kalisasak (1786-1875). Penggunaan bahasa Jawa Pesisiran dalam penulisan kitab yang Beliau karang bukan tanpa sebab. Kondisi Masyarakat awam saat itu yang kurang mengerti tentang bahasa Arab dirasa kesulitan memahami makna Kitab yang berbahasa Arab. Manusia awam akan kesulitan menerima Ilmu hanya karena terkendala oleh bahasa yang tidak dipahami.
KH. Sholeh Darat berperan penting dalam proses penyebaran tulisan Arab Pegon yang kemudian menjadi identitas dari pondok pesantren Tradisional. Selain itu, melalui Tulisan Arab Pegon dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme dikalangan para santri. Tulisan Arab Pegon sebagai produk Pondok Pesantren memberikan identitas bagi kalangan Santri dalam melawan proyek pemerintah kolonial untuk menggunakan huruf latin.
Adapun salah satu karangan kitab K.H Sholeh Darat yaitu kitab Al-Majmuatus Asy-Syari’ah Al-Kafiyah Lil Awam. Kitab Al-Majmuatus Asy-Syari’ah Al-Kafiyah Lil Awam merupakan kitab Fiqih yang berisi tentang syariat-syariat bagi orang awam. Kitab Al-Majmuatus Asy-Syari’ah Al-Kafiyah Lil Awam ditulis dengan menggunakan huruf pegon Jawa. Masalah Fiqih yang dibahas dalam kitab Al-Majmuatus Asy-Syari’ah Al-Kafiyah Lil Awam antara lain tentang Sholat, Puasa, Zakat, Nikah, Hudud, Haji dan Umrah, Jual-beli, Memerdekakan budak, dan Menyembelih binatang, Selain membahas tentang fiqih dalam kitab Al-Majmuatus Asy-Syari’ah Al-Kafiyah Lil Awam juga membahas tentang aqidah dan akhlaq. Pembahasan terkait masalah hukum Fiqih juga dilengkapi dengan dalil Al-Qur’an beserta Hadist.



