Malam ini, mendung menutup penuh langit malam
Hujan pun turun seiring dengan air mataku yang tiba-tiba mengalir deras
Rasa sesak itu datang tanpa aba-aba
Ingatan tentang kegagalan yang ku alami, menusuk hati yang paling dalam
Aku berdiri di balik jendela
Menyaksikan hujan yang turun begitu indah
Menikmati alunan musik alami dari rintik yang menari
Pun aroma hujan bercampur tanah yang begitu menenangkan
Baca juga: Sakit Jiwa yang Sebenarnya
Sendiri… Aku sendirian
Mengenang segala rasa sakit yang pernah singgah
Menyelesaikan masalah yang masih saja bergiliran menghampiri
Bertahan atas tekanan yang terus menerus manyakiti
Rasa takut itu menetap dalam hatiku
Membuatku lebih sering untuk menyendiri
Bukannya tak mau menghargai mereka yang berusaha membantu
Tapi rasa itu semakin menggerogoti hati yang sudah mati
Hujan semakin deras
Pikiranku pun semakin tak karuan
Berbagai cerita memenuhi kepala
Tak memberi jeda untuk tenang barang sejenak
Baca juga: Sains, Puis, dan Visi Kehidupan
Banyak yang mengatakan “Istirahatlah”
Namun, apalagi yang harus diistirahatkan?
Raga ini sudah lemah, dan hati ini sudah hancur
Yang dibutuhkan hanyalah seorang penguat
Tapi nyatanya, I’m alone



