PuisiSastra

Petrichor : Hujan & Kenangan

Penulis: Al Wardatul Mahfudhoh /Editor: Fani Azfar

Malam ini, mendung menutup penuh langit malam

Hujan pun turun seiring dengan air mataku yang tiba-tiba mengalir deras

Rasa sesak itu datang tanpa aba-aba

Ingatan tentang kegagalan yang ku alami, menusuk hati yang paling dalam

 

Aku berdiri di balik jendela

Menyaksikan hujan yang turun begitu indah

Menikmati alunan musik alami dari rintik yang menari

Pun aroma hujan bercampur tanah yang begitu menenangkan

 

Baca juga: Sakit Jiwa yang Sebenarnya

 

Sendiri… Aku sendirian

Mengenang segala rasa sakit yang pernah singgah

Menyelesaikan masalah yang masih saja bergiliran menghampiri

Bertahan atas tekanan yang terus menerus manyakiti

 

Rasa takut itu menetap dalam hatiku

Membuatku lebih sering untuk menyendiri

Bukannya tak mau menghargai mereka yang berusaha membantu

Tapi rasa itu semakin menggerogoti hati yang sudah mati

 

Hujan semakin deras

Pikiranku pun semakin tak karuan

Berbagai cerita memenuhi kepala

Tak memberi jeda untuk tenang barang sejenak

 

Baca juga: Sains, Puis, dan Visi Kehidupan

 

Banyak yang mengatakan “Istirahatlah”

Namun, apalagi yang harus diistirahatkan?

Raga ini sudah lemah, dan hati ini sudah hancur

Yang dibutuhkan hanyalah seorang penguat

Tapi nyatanya, I’m alone

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *