Dalam ajaran Rasulullah Muhammad SAW, kewibawaan atau berwibawa bukanlah tentang kekuasaan maupun otoritas semata, tetapi lebih kepada akhlak dan perilaku yang menunjukkan kepribadian yang mulia dan dapat dipercaya.
Berikut beberapa kewibawaan dalam diri Rasulullah:
- Beliau banyak diam dan akan berbicara bila ada perlu saja (HR. Muslim No.68)
- Beliau senantiasa menghadap dan selalu menatap lawan bicaranya (HR. Annasai No.5304)
- Tidak berdiri terlebih dahulu jika orang yang duduk bersamanya belum juga berdiri ( Shahih Al-adabil mufrod Hal.254)
- Rasulullah tidak pernah memotong pembicaraan orang lain (Almuntaqa Hal.72)
baca juga: Keajaiban dan Detik-detik Kelahiran Rasulullah Saw
- Rasulullah tidak gila hormat dan paling tidak suka dipuji berlebihan (HR Muslim No. 3002 dan Shahih Al adabil- mufrod Hal.254)
- Beliau tidak pernah duduk bersandar di tiang dan tidak pernah duduk bersandar dihadapan orang banyak, (HR Al-Darimi 518)
- Beliau selalu menggunakan tangan dalam mengisyaratkan sesuatu dan tidak pernah berisyarat dengan mata atau alis (HR. Muslim. No.840)
- Rasulullah tidak pernah tergesa-gesa dalam hal apapun (HR. At-Tirmidzi No.118)
- Tertawa beliau dengan lembut, Rasulullah tidak pernah tertawa terbahak bahak (Hadist Shahih Muttafaqun Alaih)
baca juga: Nabi Muhammad dan Pengaruh Besarnya Sepanjang Sejarah
Penulis: Mufit Suyuti



