PuisiRedaksiSastra

KUBAH KESABARAN

 

Mana yang lebih megah daripada kubah kesabaran

Dipenuhinya tiap-tiap kosong dengan kesederhanaan

Menggubah pesakitan menjadi kidung kelegaan 

Disusurnya lapis-lapis duka tanpa keluhan  

 

Ini tak akan lama, katanya

Menolak ingat pada siksa sang nestapa 

Membelai lembut luka-luka yang terbuka 

Menimang  berat yang sudah tak terasa 

 

Dibalasnya tikaman pisau dengan senyuman

Diterimanya remah roti serupa bongkah keberkahan 

Tiada tanding bagi kubah kesabaran

Merakit jalan santun menuju Tuhan

 

Penulis: Nayla Rifana Faza Adhiba

Baca juga: Ilmu dari Jakarta, Sanad Kajian Tafsir Al-Jalalain,

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *