Redaksi

Inklusi dalam Pesantren, Masihkah Sekadar Harapan

Teman-teman, bicara soal inklusi, kita sering lupa akan satu hal sederhana bahwa sejatinya negara kita ikut memperingati Hari Difabel Internasional setiap tanggal 3 Desember. Hari Difabel Internasional ini ada sebagai pengingat terhadap keberadaan teman-teman kita yang berkebutuhan khusus. Namun, apa gunanya memperingati jika kesadaran masyarakat masih setengah-setengah? 

Diskriminasi, kurangnya fasilitias, perudungan, dan banyak hal kurang menyenangkan yang dialami para penyandang disablitas dalam kehidupan sehari-hari. Pada fasilitas umum misalnya, banyak penunjuk jalan berwarna kuning atau yang biasa disebut dengan guiding block yang seharusnya menjadi penanda atau acuan bagi teman-teman tunanetra tidak dipasang dengan sesuai.

Seringnya, penanda itu ada hanya sebagai hiasan saja, tanpa menyadari bahaya apa yang bisa ditimbulkan jika kita tidak memerhatikan hal-hal yang sederhana.

Guiding Block Kayutangan Malang Menabrak Kotak Telepon

Pada jalanan Kayutangan, Malang, terdapat guiding block yang menabrak kotak telepon. Berdasarkan berita yang dimuat oleh Detik.com kotak telepon tersebut sejatinya tidak ada. Pemasangan guiding block telah sesuai dengan aturan, tidak terlalu dekat dengan jalan raya, tidak juga terlalu menepi hingga tidak menyulitkan penggunanya dalam mengikutinya.

Hanya saja, tiba-tiba sebuah ornamen berbentuk kotak telepon merah diletakkan di atas guiding block sehingga menganggu fungsinya dan bisa membahayakan penggunanya.

Contoh Lain Kesalahan Guiding Block di Trenggalek

Bupati Trenggalek juga berkomentar dalam Detik.com, beliau menyatakan bahwa pemasangan guiding block di Kota Trenggalek masih banyak kekurangan. Guiding block yang menabrak pohon, menabrak tiang lampu jalan, dan banyak lagi.

Selain itu, jalanan di area trotoar Jalan Ahmad Yani Trenggalek itu juga kurang ramah untuk pengguna kursi roda. Beberapa penyandang disabilitas telah diminta untuk mencoba berjalan di trotoar tersebut. Namun, mereka banyak mengeluh dengan fasilitas yang lebih membahayakan mereka sehingga harus mencari jalan sendiri demi keselamatan mereka.

Akses Pendidikan Agama untuk Penyandang Disabilitas

Selain dalam hal fasilitas umum, para penyandang disabilitas juga mendapatkan tantangan tersendiri kala mencoba untuk mengakses pendidikan, terutama pendidikan agama. Jika sekolah inkusi sudah mulai bertebaran di luar sana.

Namun, sebaliknya pondok pesantren yang inklusi masih sedikit. Kebanyakan pesantren di Indonesia masih menggunakan metode pengajaran tradisional, yakni dengan ceramah satu arah. Metode ini tentu tidak efektif kepada mereka yang berkebutuhan khusus.

Media yang digunakan juga masih belum mendukung disabilitas. Untuk saat ini, baru al-qur’an dengan huruf braille saja yang mudah dijumpai. Belum ada kitab kuning, yang biasa digunakan di pesantren, yang ditulis dalam huruf braille.

Baca juga: Montrase Kehidupan di Halaman Gus Baha, Urgensi Ketokohan Perempuan dalam Literasi Hadis Abad Pertama Hijriyah, Al-Qur’an Braille 30 Juz 

Keberadaan pesantren yang menerima penyandang disabilitas juga masih sangat sedikit. Padahal, prinsip pesantren yang sesungguhnya adalah tidak menolak calon santri. Namun, secara halus mereka juga menolak mereka yang membutuhkan perhatian khusus dalam belajar.

Hal ini menunjukkan pemahaman dan penerapan sikap inklusi masih belum merata. Untuk saat ini baru berjalan di lingkungan pendidikan formal saja, belum menyebar hingga ke pendidikan pesantren.

Keterbatasan bukanlah penghalang untuk menuntut ilmu. Akan lebih baik jika pendidikan inklusi tidak hanya diterapakan di sekolah. Dengan begitu dakwah dan pembelajaran agama islam bisa berterima oleh semua kalangan tanpa memandang kelemahan mereka.

Sumber contoh kasus guiding block tidak sesuai dan berbahaya bisa diakses pada laman berikut.

Lagi-lagi Guiding Block Kota Malang Sesatkan Tunanetra-Tabrak Kotak Telepon

Guiding Block di Trenggalek Tabrak Pohon

Penulis: Luk Luk I. N.

Editor  : Albila Nurfadilah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *