Peristiwa Sebelum Ananda diturunkan ke Bumi
Anak : “Wahai Tuhan, Jelaskan padaku bagaimana hidup disana? Padahal aku sangat kecil dan tidak berdaya?”
Tuhan : “Diantara malaikatku, aku telah memilihkan salah satunya untukmu yang nantinya akan menunggu dan melihatmu.”
Anak : “Tetapi.. Tolong jelaskanlah, di surga ini aku tidaklah harus melakukan apapun, kecuali menyayangi dan tersenyum. Itulah yang aku inginkan agar aku bahagia.”
Tuhan : “Malaikatmu akan bernyanyi untukmu setiap hari, pastilah kamu akan merasakan kasih sayang dari malaikatmu hingga kamu bahagia.”
Baca juga : Mengenal Sifat Santri dalam Menghadapi Perkembangan Digitalisasi
Anak : “Bagaimana aku bisa memahami perkataan orang-orang ketika mereka berbicara kepadaku, sedangkan aku sendiri tidak mengetahui bahasa manusia?”
Tuhan : “Itu mudah sekali, malaikatmu akan menjelaskan kepadamu dengan kata-kata yang indah dan menyenangkan. Malaikatmu juga akan menjelaskannya dengan penuh kesabaran dan mengajarimu berbicara.”
Anak : “Apa yang harus kuucapkan jika aku ingin berbicara denganmu wahai Tuhan?”
Tuhan : “Malaikatmu akan mengajarimu berdoa kepadaku.”
Anak : “Aku telah mendengar bahwa di bumi itu banyak sekali orang-orang jahat, siapakah yang akan melindungi aku?”
Tuhan : “Malaikatmulah yang akan melindungimu, meskipun harus mengorbankan jiwanya.”
Anak : “Tapi… Tentu aku akan bersedih karena aku tidak dapat melihatmu.”
Tuhan : “Malaikatmu akan selalu menceritakan kepadamu tentang diriku dan akan mengajarimu cara kembali kepadaku, meskipun hakikatnya aku selalu berada disampingmu.”
Anak : “Wahai Tuhan!… (berkata dengan pelan) Jika aku harus pergi sekarang, katakanlah kepadaku siapakah nama malaikatku itu?”
Tuhan : “Nama malaikatmu itu begitu penting, panggil saja dia ibu.”
Baca juga : Khaizuran, Sosok di Balik Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad
Ketika anak itu turun dari langit dan masuk ke alam kandungan, suasana surga benar-benar sangat tenang dan tentram bagaikan mengiringi hati anak itu.



