Penulis: Kholidah Isnani Khoirun Nisa’ I Editor: Fani Azfar
Semburat fajar tersebar di bahtera langit
Kumandang adzan bersaut meramaikan jagad
Berduyun-duyun muda-mudi menapak lantai memenuhi mata
Tuk menunaikan kewajiban dari-Nya
Dia lah santri…
Seorang yang penuh rindu
Ingin selalu berjumpa dengan seorang ibu
Namun, terhalang waktu tuk menuntut ilmu
Baca juga: Campur Baur Logika dalam Puisi
Santri…
Kerinduannya bertubi-tubi datang
Menyelinap hangat dalam angan
Berharap kan cepat waktu tuk pulang
Padahal kebahagiaan akan datang
Jika ditaklukan dengan kesabaran
Tak lupa juga dengan keistiqomahan
Penampilan sederhanamu
Kerudung dan sarung t’lah menjadi ciri khasmu
Para kiai adalah tokoh panutanmu
Tirakat yang menjadi pelengkapmu
Baca juga: Petrichor : Hujan & Kenangan
Santri…
Seorang muda-mudi yang berusaha
Bersimpuh tawadlu’ menghadap guru
Mata terjatuh, hati berdzikir, mulut membisu
Berharap tersirat keberkahan
Dari Sang Kiai sampai kepadamu.



